Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Duriatun, melaksanakan kegiatan pembelajaran materi Sistem Sirkulasi dengan tema "Dari Langkah ke Denyut Nadi" pada Senin, 7 September 2026, bersama 36 murid kelas XI SMA Negeri 1 Sleman, dengan 2 murid berhalangan hadir. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Praktik Kependidikan yang dirancang menggunakan model Discovery Learning, sehingga murid tidak hanya menerima konsep sistem sirkulasi secara teoretis, tetapi juga diajak menemukan sendiri hubungan antara aktivitas fisik dan respons tubuh melalui pengamatan langsung.
Pembelajaran bertujuan membantu murid memahami bagaimana sistem sirkulasi bekerja menyesuaikan kebutuhan tubuh saat beraktivitas, sekaligus melatih keterampilan proses sains melalui kegiatan pengukuran, pencatatan data, diskusi, hingga penarikan kesimpulan berdasarkan bukti yang diperoleh. Seluruh prosedur dan komponen pengamatan tersebut juga tercantum dalam Lembar Kerja Murid (LKM) yang digunakan sebagai panduan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini berlangsung di bawah pengawasan guru pamong biologi, Ibu Rini, dan dirancang serta dilaksanakan sepenuhnya oleh Duriatun yang memandu murid selama proses pembelajaran berlangsung.
Duriatun menceritakan, kegiatan pembelajaran diawali dengan penyampaian materi dasar mengenai sistem sirkulasi, mencakup komponen darah, fungsi jantung sebagai organ pemompa, jenis dan peran pembuluh darah, serta mekanisme peredaran darah kecil dan besar. Penjelasan awal ini diberikan agar murid memiliki bekal konsep yang cukup sebelum masuk ke tahap pengamatan langsung. Setelah pemahaman dasar tersebut disampaikan, murid diajak masuk ke tahap stimulasi berupa pertanyaan pemantik: apa yang terjadi pada denyut nadi setelah tubuh melakukan aktivitas fisik, dan mengapa hal tersebut dapat terjadi? Sesuai dengan sintaks Discovery Learning, murid
tidak dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan seperti pada pembelajaran berbasis masalah, melainkan diajak menyusun dugaan awal berdasarkan konsep yang baru saja dipelajari, sebelum membuktikan dugaan tersebut sendiri melalui pengamatan.
“Setelah materi dasar tersampaikan, murid langsung diajak praktik dengan berpedoman pada Lembar Kerja Murid (LKM) yang telah disiapkan sebagai panduan langkah-langkah pengamatan. Mereka mengukur denyut nadi masing-masing selama 60 detik dalam kondisi istirahat sebagai data awal, kemudian melakukan aktivitas fisik berupa jalan cepat atau jogging ringan sesuai pembagian kelompok. Setelah aktivitas selesai, denyut nadi kembali diukur dan dicatat pada LKM, lalu dibandingkan dengan hasil pengukuran sebelumnya. Dari sinilah murid mulai melihat sendiri bagaimana teori yang baru saja dijelaskan benar-benar terjadi pada tubuh mereka”, lanjutnya.
Duriatun menambahkan, hasil pengukuran yang telah dikumpulkan kemudian dibawa ke tahap diskusi kelompok untuk dianalisis dan dikaitkan kembali dengan materi yang telah disampaikan di awal. Setiap kelompok mempresentasikan hasil temuannya, dan diskusi kelas berkembang menjadi lebih hidup ketika murid saling mempertanyakan perbedaan hasil antar kelompok yang melakukan jenis aktivitas berbeda. Sebagian murid mempertanyakan mengapa peningkatan denyut nadi antarkelompok tidak sama meski jenis aktivitasnya serupa, sehingga diskusi mengarah pada faktor-faktor lain yang turut memengaruhi kerja sistem sirkulasi, seperti kondisi fisik masing-masing individu. Melalui proses tersebut, murid tidak hanya memahami bahwa aktivitas fisik memengaruhi kerja jantung secara teoritis, tetapi juga belajar membuktikan dan menjelaskan fenomena tersebut berdasarkan data yang mereka peroleh sendiri.
Duriatun mengatakan, kegiatan pembelajaran ini memberikan pengalaman belajar yang tidak berhenti pada penyampaian teori di depan kelas, tetapi mengajak murid untuk membuktikan sendiri konsep yang telah dipelajari melalui tubuhnya. Proses diskusi dan presentasi kelompok turut melatih kemampuan murid dalam berkomunikasi, menyampaikan argumen, serta menanggapi pendapat teman secara ilmiah. Pembelajaran ini juga membuka ruang bagi murid untuk memahami keterkaitan antara aktivitas fisik, kesehatan sistem sirkulasi, dan pentingnya menjaga pola hidup sehat sejak dini. Bagi Duriatun sendiri, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan pembelajaran biologi yang kontekstual dan berangkat dari pengalaman nyata murid. (Duriatun)