Pemanfaatan limbah botol plastik bekas menjadi ecobrick merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memberikan pengalaman kepada siswa untuk mengenal dan menerapkan pengelolaan sampah melalui kegiatan yang kreatif dan bermanfaat. Dari kegiatan ini sasaran utama nya adalah siswa SMP Negeri 1 Pakem yang dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026, yang bertempatan di ruang Amarta sebagai kegiatan kokurikuler di SMP Negeri 1 Pakem. Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk mengolah sampah plastik bekas yang sudah tidak digunakan. Siswa diminta untuk mengolah sampah plastik menjadi ecobrick, sampah yang digunakan adalah sampah plastik dan kering. Dalam kegiatan ini siswa tidak hanya belajar membuat produk dengan memanfaatkan limbah, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk memahami bahwa sampah plastik yang sering kali dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan yang sederhana. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk pembelajaran yang mengaitkan aktivitas siswa dengan upaya menjaga lingkungan dan penerapan pola konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab sebagaimana sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pengurangan dan pemanfaatan kembali limbah.
Tujuan dari pelaksanaan ini yaitu untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengelola limbah plastik sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa sampah masih dapat dimanfaatkan kembali. Kegiatan diawali dengan persiapan bahan dan alat yang dibutuhkan oleh masing-masing kelas. Setiap kelas menyiapkan 19 botol plastik berukuran 600 ml, sedikitnya 5 kg sampah plastik berupa kemasan dan bungkus makanan, serta kantong plastik berwarna yang diusahakan memiliki warna seragam. Selain itu, digunakan gunting untuk memotong plastik, tongkat semaphore sebagai alat untuk memadatkan sampah ke dalam botol, lem kaca beserta pompanya, dan lakban bening untuk membantu proses penyusunan produk. Sebelum digunakan, botol dan sampah plastik dipastikan dalam keadaan bersih dan kering. Sampah plastik kemudian dimasukkan ke dalam botol secara bertahap dan dipadatkan menggunakan tongkat semaphore hingga botol terisi dengan padat. Untuk satu botol ecobrick harus memenuhi standar yaitu dengan massa 200 gram. Botol-botol yang telah selesai diisi selanjutnya disusun dan dirangkai bersama untuk menghasilkan satu produk ecobrick dari masing-masing kelas yaitu membuat kursi atau meja. Melalui proses tersebut, siswa tidak hanya membuat produk, tetapi juga belajar memilah, menggunakan kembali, dan mengolah sampah plastik secara langsung.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan siswa kelas VII A, VII B, VII C, dan VII D yang secara bersama-sama menyiapkan bahan dan mengolah sampah plastik menjadi ecobrick. Setiap kelas menghasilkan 19 botol ecobrick dengan memanfaatkan sampah plastik yang telah dikumpulkan sebelumnya. Dalam prosesnya, siswa terlibat mulai dari menyiapkan bahan, memotong sampah plastik, memasukkannya ke dalam botol, memadatkan nya, hingga menyusun botol menjadi meja. Keterlibatan secara langsung dalam setiap tahapan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa mengenai proses pengelolaan sampah plastik sekaligus menumbuhkan kerja sama dan tanggung jawab dalam menyelesaikan produk kelas. Melalui kegiatan ini, siswa juga dapat melihat bahwa sampah plastik yang umumnya dibuang setelah digunakan masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna. Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap permasalahan sampah plastik yang dihasilkan dari penggunaan berbagai produk dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran tersebut kemudian dapat mendorong siswa untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah melalui tindakan sederhana, seperti mengurangi pembuangan sampah plastik dan memanfaatkannya kembali
Kegiatan pembuatan ecobrick di SMP Negeri 1 Pakem ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan sekolah. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memilah dan memanfaatkan kembali sampah plastik sebelum membuangnya. Dengan adanya kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan di sekolah, tetapi dapat diterapkan pula oleh siswa dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.(Putri)