Pemahaman mengenai gizi dan pola konsumsi makanan menjadi bagian penting dalam membentuk kesadaran hidup sehat sejak usia remaja. Berangkat dari hal tersebut, Nurul Hidayah, mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA, yang didampingi oleh guru pamong, Bapak Dwi Widiyanto, S.Pd., di SMP Negeri 3 Pajangan melaksanakan kegiatan pembelajaran IPA dengan mengangkat materi sistem pencernaan manusia, khususnya pada topik gizi dan makanan. Melalui pembelajaran yang kontekstual ini, siswa diajak untuk tidak hanya memahami konsep gizi, tetapi juga mengaitkannya dengan kebiasaan memilih dan mengonsumsi makanan serta minuman dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dilaksanakan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) yang menempatkan permasalahan nyata sebagai titik awal proses belajar. Dalam konteks pembelajaran ini, siswa diajak untuk melihat kembali kebiasaan mereka dalam mengonsumsi makanan dan minuman kemasan yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan tersebut, siswa diarahkan untuk menyadari bahwa pilihan makanan dan minuman tidak hanya berkaitan dengan rasa atau kemasan yang menarik, tetapi juga perlu mempertimbangkan kandungan gizi serta kebutuhan tubuh. Dengan demikian, materi sistem pencernaan tidak berhenti pada pemahaman mengenai organ dan proses pencernaan, tetapi berkembang menjadi pembelajaran yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kegiatan pembelajaran, siswa diajak mengidentifikasi dan mencatat informasi nilai gizi yang terdapat pada makanan dan minuman kemasan, seperti kandungan energi, karbohidrat, gula, lemak, protein, dan garam. Informasi tersebut kemudian dianalisis dan dibandingkan dengan kebutuhan gizi remaja untuk mengetahui kesesuaian kandungan gizi produk dengan kebutuhan tubuh. Melalui diskusi kelompok, siswa selanjutnya merumuskan solusi agar dapat mengonsumsi makanan dan minuman kemasan secara lebih bijak, antara lain dengan membiasakan membaca label gizi, memperhatikan ukuran porsi, serta membatasi konsumsi produk dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa mengenai gizi, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis dalam menentukan pilihan konsumsi yang mendukung pola hidup sehat. Melalui kegiatan membaca informasi nilai gizi, membandingkan kandungan makanan dan minuman kemasan dengan kebutuhan gizi remaja, serta merumuskan solusi konsumsi yang bijak, siswa dibekali pengetahuan untuk lebih kritis dalam memilih makanan dan minuman sehari-hari. Upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab siswa dalam menjaga kesehatan melalui kebiasaan konsumsi yang lebih tepat.
Selain itu, penerapan Problem Based Learning (PBL) turut mendukung SDGs ke-4: Pendidikan Berkualitas, karena memberikan pengalaman belajar yang aktif dan kontekstual melalui kegiatan mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, berdiskusi, dan merumuskan solusi. Dengan demikian, pembelajaran ini menjadikan edukasi kesehatan sebagai fokus utama dalam mendukung SDGs 3, sekaligus menghadirkan proses pembelajaran berkualitas sebagai bagian dari kontribusi terhadap SDGs 4. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPA dapat dikaitkan langsung dengan kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui apa yang dikonsumsi. Dengan mempelajari informasi gizi pada makanan dan minuman kemasan, siswa tidak hanya memahami materi pembelajaran, tetapi juga belajar untuk lebih teliti dalam menentukan pilihan makanan dan minuman. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat mulai membiasakan diri untuk mengenali kandungan gizi, menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh, dan mengonsumsi makanan serta minuman kemasan secara bijak sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Dukung SDGs 3, Mahasiswa PK Dorong Literasi Kesehatan Siswa melalui Pembelajaran Gizi Berbasis PBL
Berita Lain
Post date:
Post date:
Post date:
Post date: