Kegiatan Praktik Kependidikan (PK) dilakukan oleh Haya Chintya Azizah, salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Yogyakarta, pada hari Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan ini berbentuk praktik mengajar yang dilaksanakan di kelas XI D SMA Negeri 2 Ngaglik, Sleman dengan melibatkan peserta didik kelas XI D pada materi Jaringan Tumbuhan. Fokus materi yang diambil ada pada struktur anatomi organ vegetatif (akar, batang, dan daun) yang diintegrasikan dengan aksi nyata pemurnian udara kelas melalui pemanfaatan tanaman Sansevieria trifasciata (lidah mertua). Pelaksanaan pembelajaran ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being) melalui pemahaman konsep fitoremediasi dan kualitas udara dalam ruangan.
Rancangan pembelajaran ini sebelumnya telah diskusikan dan mendapat persetujuan dari guru pamong Biologi kelas XI, Aisyah Nur Fadilla, S.Pd. Alasannya karena pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbasis pengamatan langsung menarik untuk dilakukan. Kegiatan pembelajaran dirancang menggunakan model Guided Instruction. Proses pembelajaran diawali dengan pemaparan konsep jaringan penyusun organ tumbuhan, diikuti dengan kegiatan pengamatan fisik secara langsung. Peserta didik diajak memegang dan mengamati tekstur permukaan daun Sansevieria trifasciata (lebih dikenal secara umum yaitu lidah mertua) yang tebal, kaku, dan berlilin. Dari hasil pengamatan fisik tersebut dan materi yang didapat dari penjelasan sebelumnya, peserta didik menganalisis keberadaan lapisan kutikula, jaringan parenkim air, serta fungsi stomata dalam menyerap polutan udara ruangan demi menjaga kesehatan respirasi warga kelas.
Suasana kelas berlangsung sangat interaktif dan penuh antusiasme. Peserta didik tampak gembira saat berkesempatan memegang, mengamati tanaman secara langsung, dan ketika diumumkan bahwa tanaman akan diberikan untuk kelas tersebut. Banyak di antara peserta didik yang mengaku baru mengetahui nama ilmiah serta manfaat besar tanaman lidah mertua yang selama ini sering dijumpai di sekitar mereka. ”Kegiatan ini penting karena SMA Negeri 2 Ngaglik merupakan sekolah Adiwiyata. Tanaman lidah mertua dapat menetralisir udara yang kurang bersih dan memperbarui oksigen di dalam kelas sehingga turut memengaruhi kegiatan belajar mengajar,” Ujar salah satu peserta didik kelas XI D. Keberhasilan pembelajaran ini juga terbukti dari hasil pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis SDGs 3 yang diselesaikan dengan sangat baik dan benar oleh seluruh kelompok.
”Saya berharap pembelajaran kontekstual seperti ini dapat terus dikembangkan pada materi Biologi lainnya sehingga peserta didik tidak hanya memahami konsep secara teoretis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam tindakan nyata yang mendukung pencapaian SDGs.” ujar Haya. Penempatan tanaman Sansevieria trifasciata di kelas XI D juga diharapkan dapat menjadi kebiasaan berkelanjutan yang mendukung kualitas udara sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan peserta didik SMA Negeri 2 Ngaglik. Harapan tersebut mulai terwujud. Salah satunya oleh Alfizar sebagai salah satu peserta didik kelas XI D yang mengaku telah secara berkala menyiram dan menjemur tanaman Sansevieria trifasciata yang diberikan sejak pembelajaran tersebut berlangsung. (Haya)
Ciptakan Kelas Sehat dan Hijau di SMA Negeri 2 Ngaglik: Mahasiswi Pendidikan Biologi UNY Hadirkan Pembelajaran Kontekstual Sansevieria trifasciata
Berita Lain
Post date: