Kulon Progo, 16 September 2026 — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK), Priti Andini, mahasiswa Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam melaksanakan kegiatan pembelajaran Fisika mengenai pengenalan alat ukur besaran panjang, yaitu jangka sorong dan mikrometer sekrup bersama murid kelas X-7 di SMA N 1 Pengasih. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026 sebagai bagian dari proses pembelajaran Fisika di kelas X. Pembelajaran dikonsep tidak hanya melalui penyampaian materi secara teoritis, tetapi juga memberikan kesempatan kepada murid untuk mengenal dan menggunakan alat ukur secara langsung dengan harapan murid mendapatkan pengalaman belajar yang nyata. Kegiatan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, tepatnya mendukung pengembangan kemampuan numerasi dan keterampilan murid melalui pengalaman belajar yang kontekstual. Hal ini dapat dikaitkan dengan adanya target 4.6 yaitu literasi dan numerasi universal. Target tersebut bertujuan memastikan bahwa pada tahun 2030, semua pemuda dan sebagian besar orang dewasa, baik pria maupun wanita, mencapai kemampuan membaca dan berhitung.
Pembelajaran diawali dengan pengenalan jangka sorong dan mikrometer sekrup melalui penjelasan materi dan demonstrasi penggunaan alat. Murid diperkenalkan dengan bagian-bagian alat, fungsi, tingkat ketelitian, serta cara membaca hasil pengukuran. Setelah memperoleh penjelasan, murid berkegiatan dalam kelompok dan menggunakan Lembar Kerja Murid atau LKM supaya proses praktik lebih terarah. Secara berkelompok, murid mengamati alat ukur dan melakukan praktik pengukuran terhadap beberapa benda yang tersedia contohnya kertas, koin, tutup botol, dan kabel charger smartphone. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada murid untuk mencoba langsung cara mengukur menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup serta mendiskusikan hasil pengukuran bersama anggota kelompok. Mahasiswa PK berperan sebagai fasilitator dengan memberikan arahan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan praktik tersebut, murid memperoleh pengalaman langsung dalam menggunakan alat ukur yang memiliki tingkat ketelitian berbeda. Murid tidak hanya memahami konsep dan fungsi alat ukur, tetapi juga berlatih melakukan pengukuran, membaca skala, berdiskusi, serta mencatat hasil pengamatan. Pembelajaran secara langsung diharapkan dapat membantu murid menghubungkan materi Fisika yang dipelajari dengan penerapannya dalam kegiatan pengukuran. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi kegiatan PK terhadap SDG 4, melalui penyelenggaraan pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif dan pengembangan keterampilan murid. Priti menyampaikan bahwa kegiatan praktik tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk memahami penerapan pengukuran dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, murid juga menunjukkan antusiasme ketika diberi kesempatan untuk mencoba mengukur berbagai benda di sekitar mereka.
Kegiatan pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi murid kelas X-7. Pemanfaatan kegiatan praktik dalam pembelajaran Fisika juga dapat terus dikembangkan agar murid memiliki kesempatan untuk mengasah keterampilan pengukuran dan menerapkan konsep Fisika secara lebih konkret dalam materi pembelajaran berikutnya. (Priti)
Belajar Pengukuran Melalui Praktik Langsung, Murid SMA N 1 Pengasih Kenali Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup
Berita Lain
Post date:
Post date: