Banguntapan, 5 Agustus 2026, Peserta didik kelas X SMAN 2 Banguntapan mengikuti kegiatan praktikum fisika pada materi Pengukuran dalam Kerja Ilmiah yang diselenggarakan sebagai bagian dari kegiatan Praktik Kependidikan (PK) mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik dalam memahami konsep serta prosedur pengukuran menggunakan berbagai alat ukur, seperti mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup. Tidak hanya berorientasi pada pemahaman konsep, kegiatan praktikum juga menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan melalui proses pembelajaran yang melibatkan aktivitas secara langsung dan pengalaman nyata. Pelaksanaan praktikum tersebut sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, terutama dalam menciptakan proses pembelajaran yang aktif serta mendukung peningkatan kompetensi peserta didik.
Pelaksanaan kegiatan praktikum diawali dengan pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdasarkan pengetahuan awal yang telah dimiliki siswa sebelum menerima materi dari mahasiswa PK. Tahap awal ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi penggunaan alat ukur secara mandiri. Selanjutnya, mahasiswa PK memberikan penjelasan mengenai fungsi alat ukur, prosedur penggunaannya, serta teknik membaca hasil pengukuran dengan tepat. Setelah memperoleh penjelasan, siswa melakukan pengambilan data menggunakan alat ukur yang telah disediakan dan mencatat hasil pengukuran pada LKPD. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil oleh masing-masing kelompok. Kepala Laboratorium Fisika SMAN 2 Banguntapan menyampaikan bahwa kegiatan praktikum memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami materi melalui pengalaman secara langsung. “Siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga dapat langsung menggunakan alat ukur dan membaca hasil pengukuran,” ujarnya. Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu peserta didik kelas X yang mengungkapkan bahwa kegiatan praktikum tersebut membantunya memahami cara membaca alat ukur dengan lebih baik.
Melalui kegiatan praktikum, siswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya menekankan pemahaman konsep secara teoritis, tetapi juga melibatkan penerapan pengetahuan melalui aktivitas secara langsung. Proses pengukuran yang dilakukan membantu siswa memahami cara membaca skala pada berbagai instrumen ukur serta menerapkan konsep pengukuran dalam proses pengumpulan data. Di samping itu, kegiatan diskusi dan presentasi memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan hasil pengamatan, bertukar informasi, dan membandingkan hasil pengukuran antarkelompok. Dengan demikian, praktikum menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang dapat mendorong keterampilan ilmiah siswa melalui keterlibatan aktif dan pengalaman belajar yang nyata.
Kegiatan praktikum diharapkan dapat terus menjadi bagian dari pembelajaran fisika sebagai upaya menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan pengukuran tidak hanya membantu memperkuat pemahaman terhadap konsep fisika, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan serta menerapkan keterampilan ilmiah yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari.