Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Departemen Pendidikan Kimia FMIPA menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pendampingan Hilirisasi Proyek Pembelajaran Kimia Berbasis SETS pada Isu Mikroplastik dan Pengasaman Perairan untuk Pemberdayaan Guru di Kalimantan Selatan dalam Mendukung SDGs”. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN Banua Kalimantan Selatan baru-baru ini, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan pembelajaran kimia yang kontekstual, inovatif, dan berorientasi pada isu lingkungan nyata. Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) serta SDG 17 (Kemitraan).
Kegiatan ini melibatkan guru-guru yang tergabung dalam MGMP Kimia Kabupaten Banjar sebagai mitra utama. Tim pelaksana terdiri dari Dr. Erfan Priyambodo, M.Si., Prof. Dr. Antuni Wiyarsi, M.Sc., dan Anggiyani Ratnaningtyas Eka Nugraheni, Ph.D. Rangkaian kegiatan meliputi penguatan konsep pembelajaran berbasis SETS (Science, Environment, Technology, Society), pendalaman isu mikroplastik dan pengasaman perairan, serta pendampingan penyusunan rancangan proyek pembelajaran kimia. Sebanyak 27 guru terlibat aktif dalam kegiatan ini dan dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengembangkan ide proyek secara kolaboratif.
Anggiyani mengatakan, materi yang diberikan menekankan integrasi konsep kimia dengan isu lingkungan lokal yang relevan dengan kondisi Kalimantan Selatan, seperti pencemaran mikroplastik dan perubahan kualitas perairan. Peserta secara aktif terlibat dalam diskusi dan kerja kelompok untuk menghasilkan draft awal proyek pembelajaran, termasuk modul ajar, LKPD, dan skema asesmen. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari hilirisasi hasil riset UNY sehingga perangkat pembelajaran yang digunakan telah memiliki dasar akademik yang kuat.
“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam mengaitkan konsep kimia dengan permasalahan nyata di lingkungan sekitar,” ungkap salah satu peserta.
Sebagai tindak lanjut, draft proyek yang telah disusun oleh peserta tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi akan dikembangkan lebih lanjut dan dipresentasikan pada pertemuan selanjutnya sebagai bagian dari proses pendampingan berkelanjutan. Kegiatan lanjutan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas rancangan proyek melalui umpan balik konstruktif serta mendorong implementasi nyata di kelas. Ke depan, UNY berkomitmen untuk terus mendampingi guru melalui penguatan MGMP sebagai community of practice, sehingga inovasi pembelajaran kimia berbasis SETS dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta pencapaian SDGs di tingkat lokal maupun nasional. (anggi)