Aceh Tamiang – Dua mahasiswi Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta, Ferula Naila Berlianda Maharani dan Presnia Anggita Putri Yudhayani, melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemanusiaan kolaborasi bersama Universitas Samudera pada 10 Januari hingga 4 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Bendahara, tepatnya di Desa Rantau Pakam dan Desa Sneubok Dalem Mesjid, Kabupaten Aceh Tamiang.
Program KKN difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu pembersihan fasilitas umum, penyelenggaraan pendidikan darurat, serta pendampingan psikososial melalui kegiatan healing trauma bagi siswa terdampak bencana. Pelaksanaan program pendidikan dan pendampingan dilakukan secara merata pada jenjang pendidikan mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Program ini bertujuan mendukung pemulihan lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan proses pembelajaran di sekolah.
Dalam bidang pendidikan darurat, kegiatan dilaksanakan di SD Negeri Rantau Pakam melalui edukasi dan praktik filtrasi air sederhana di kelas VI. Siswa mempelajari konsep pencemaran air sekaligus mempraktikkan pembuatan alat penyaring air yang terkontaminasi menggunakan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Melalui proses penyaringan tersebut, siswa diharapkan dapat melihat secara langsung bagaimana air keruh dapat diubah menjadi air yang lebih jernih melalui tahapan filtrasi sederhana. Pembelajaran berbasis praktik ini membantu siswa memahami penerapan ilmu biologi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kondisi pascabencana yang rentan terhadap permasalahan air bersih.
Kolaborasi lintas program studi juga dilakukan melalui kegiatan kolase biji-bijian bermotif wayang di kelas V SD Negeri Rantau Pakam bersama mahasiswi Pendidikan Bahasa Jawa UNY. Kegiatan ini memadukan unsur sains dan seni untuk menciptakan suasana belajar yang kreatif dan menyenangkan.
Pembelajaran darurat turut dilaksanakan pada jenjang yang lebih tinggi khususnya siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Bendahara dengan mengimplementasikan pembelajaran IPA melalui praktik pembuatan mobil tenaga angin sederhana. Siswa dikenalkan pada konsep energi alternatif dan prinsip kerja energi angin secara aplikatif melalui perancangan dan pengujian mobil sederhana berbasis tenaga angin.
Selain kegiatan akademik, healing trauma dilaksanakan di berbagai jenjang sekolah sebagai bagian dari pendampingan psikososial. Di tingkat sekolah dasar, kegiatan dilaksanakan melalui permainan edukatif dan aktivitas kelompok yang bertujuan membangun kembali rasa percaya diri dan keceriaan siswa.
Sementara itu, di SMAN 1 Bendahara, healing trauma dilaksanakan menggunakan metode gratitude journaling dan gratitude drawing. Pada sesi gratitude journaling siswa diarahkan untuk menuliskan keluh kesah yang mereka rasakan setelah peristiwa banjir, seperti rasa takut, kehilangan, kekhawatiran terhadap kondisi keluarga, maupun hambatan dalam proses belajar. Setelah itu, mereka juga diminta untuk mengidentifikasi dan menuliskan hal-hal yang masih dapat mereka syukuri, misalnya keselamatan diri dan keluarga, dukungan dari teman dan guru, bantuan yang diterima, atau kesempatan untuk tetap bersekolah. Proses ini membantu siswa memvalidasi emosi negatif yang muncul tanpa menekannya, sekaligus melatih kemampuan merefleksi di tengah situasi yang sulit. Dengan cara tersebut, kegiatan gratitude journaling tidak hanya menjadi media katarsis emosional, tetapi juga sarana membangun perspektif yang lebih adaptif dan memperkuat ketahanan psikologis siswa pascabanjir.
Selain itu, melalui gratitude drawing, siswa menggambar denah perjalanan dari rumah menuju sekolah, kemudian mendiskusikan kemungkinan penyebab banjir di lingkungan sekitar, seperti berkurangnya pepohonan, banyaknya sampah, ataupun minimnya lahan resapan air. Kegiatan ini tidak hanya menjadi media refleksi emosional, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan dan pemahaman ekologis secara kontekstual.
Mahasiswa juga menyelenggarakan Festival Siswa bertajuk “Anak Cerdas Desa Berkualitas” di SD Negeri Rantau Pakam sebagai bentuk penguatan motivasi belajar yang menghadirkan berbagai lomba edukatif untuk meningkatkan semangat belajar dan partisipasi aktif siswa.
Melalui penerapan ilmu biologi secara kontekstual serta pelaksanaan healing trauma yang terintegrasi dengan pendidikan lingkungan, kegiatan KKN Kemanusiaan ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pemulihan pendidikan dan kondisi psikososial masyarakat di Aceh Tamiang. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sains tidak hanya berperan dalam transfer pengetahuan, tetapi juga mampu membangun ketahanan mental, kepedulian lingkungan, dan karakter generasi muda secara berkelanjutan.
Kegiatan pendampingan dan pendidikan pascabencana ini berkontribusi terhadap pemulihan kesehatan mental siswa melalui healing trauma dan praktik reflektif, mewujudkan melalui pembelajaran darurat yang inklusif dan kontekstual seperti filtrasi air dan mobil tenaga angin, memperkuat edukasi tentang pentingnya air bersih, meningkatkan kesadaran lingkungan melalui diskusi penyebab banjir, serta mengimplementasikan kolaborasi antar universitas dan lintas program studi dalam mendukung pemulihan pendidikan dan masyarakat.
(naila/fia/witono)