Pembelajaran Biologi materi Jaringan Tubuh pada Manusia dilaksanakan oleh Destika Herlina, mahasiswa Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) pada 19 Agustus 2026 di kelas XI A SMA Negeri 1 Sleman dalam rangka Praktik Kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan ini menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan sasaran murid kelas XI A dan mengangkat permasalahan cedera akibat kecelakaan sebagai konteks pembelajaran. Kegiatan tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), khususnya target 3.6 yang berkaitan dengan upaya mengurangi kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas. Relevansi tersebut diperkuat oleh data BPS yang mencatat 150.906 kecelakaan lalu lintas, 26.839 korban meninggal dunia, 16.601 korban luka berat, dan 183.995 korban luka ringan pada 2024 (BPS, 2024).
Pembelajaran bertujuan membantu murid memahami hubungan struktur, fungsi, dan gangguan jaringan tubuh melalui permasalahan nyata. Proses pembelajaran dilaksanakan menggunakan Lembar Kerja Murid (LKM) sebagai panduan aktivitas dan analisis selama pembelajaran. Murid diberikan kasus pasien yang mengalami kecelakaan dengan kerusakan kulit dan pendarahan, cedera otot yang menyebabkan kesulitan menggerakkan tangan, serta rasa kebas pada bagian tubuh yang mengalami cedera. Murid kemudian dibagi menjadi enam kelompok untuk menganalisis jaringan epitel; jaringan ikat longgar dan padat; tulang rawan dan tulang; darah dan limfa; otot polos dan otot lurik; serta otot jantung dan jaringan saraf. Setiap kelompok mengidentifikasi jaringan yang terlibat, menjelaskan fungsi dan struktur jaringan, serta menghubungkannya dengan gangguan yang terjadi pada kasus.
Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran murid mengenai dampak cedera terhadap fungsi tubuh serta pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan diri. Hal tersebut menjadi bentuk kontribusi edukatif terhadap SDG 3.6 melalui peningkatan pengetahuan mengenai cedera dan keselamatan. Menurut Destika Herlina, pembelajaran berbasis Problem Based Learning dengan menggunakan Lembar Kerja Murid (LKM) memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif dan kontekstual bagi murid. “Melalui pembelajaran ini, murid tidak hanya memahami konsep jaringan tubuh, tetapi juga dapat menghubungkannya dengan permasalahan kesehatan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga murid terlibat aktif dalam berdiskusi, mencari informasi, berpikir kritis, menyampaikan alasan, memecahkan masalah, dan memberikan solusi berdasarkan konsep biologi. Diskusi kelompok dan penggunaan LKM membantu murid lebih aktif dalam menganalisis masalah serta menyampaikan alasan berdasarkan konsep biologi,” ungkap Destika Herlina.
Melalui kegiatan ini, diharapkan murid semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan serta mampu menerapkan pengetahuan Biologi dalam menghadapi permasalahan kesehatan di lingkungan sekitar. Pembelajaran berbasis PBL diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai pembelajaran kontekstual yang menghubungkan materi akademik dengan isu kesehatan dan tujuan pembangunan berkelanjutan.