Yogyakarta – Dalam upaya mewujudkan transformasi pembelajaran sains yang modern dan berkesinambungan, program Praktik Kependidikan (PK) oleh 17 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di SMA Negeri 3 Yogyakarta hadir sebagai panggung pembuktian bagi para calon guru masa depan. Tidak hanya menjalankan rutinitas mengajar harian, tetapi juga mengintegrasikan Sustainable Development Goals (SDGs) guna mewujudkan aksi nyata selama rangkaian kegiatan PK dilaksanakan. Kegiatan PK ini berlangsung sejak diterjunkan secara resmi pada 20 Juli 2026 hingga 25 September 2026. Seluruh rangkaian PK ini berkaitan dengan tiga pilar SDG yaitu, SDG ke-4 (Pendidikan Berkualitas), SDG ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG ke-10 (Berkurangnya Kesenjangan).
Pelaksanaan program ini bertujuan untuk mengasah kompetensi pedagogis dan profesionalitas calon pendidik sekaligus meningkatkan mutu KBM Kimia di sekolah mitra. Di bawah bimbingan Dosen Pembiming Lapangan (DPL) Prof. Dr. Drs. Edi Istiyono, M.Si. dan Guru Pamong Nur Asih Himawati, S.Pd., serta dukungan penuh dari pihak sekolah, mahasiswa program studi Pendidikan Kimia yang bernama Risnadia Putri Hannase telah menuntaskan Praktik Kependidikan (PK) dengan total beban kerja sebanyak 369 jam yaitu, 215 jam program mengajar dan 154 jam program non mengajar. Mewujudkan Pendidikan yang bermutu merupakan ruh utama dari kegiatan ini. Pada program mengajar berfokus pada materi ikatan kimia, bentuk molekul, kepolaran ikatan, termokimia, dan energi ikatan dengan menggunakan berbagai model pembelajaran. Pembelajaran diperkaya dengan penggunaan E-LKPD interaktif, kuis game digital, simulasi lab virtual PhET, serta eksperimen langsung di laboratorium kimia. Sementara pada program non mengajar berupa piket administrasi lobi, piket 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), kegiatan Jum’at Krida (senam, jalan sehat, dan kerja bakti), pendampingan kegiatan diluar pembelajaran, hingga rekapitulasi presensi dan nilai siswa.
Integrasi komprehensif ini membuahkan hasil, dampak, serta manfaat nyata yang berkontribusi langsung pada pencapaian target SDGs di lingkungan sekolah. Pada pencapaian SDG 4 diterapkan dengan adanya model Problem Based Learning (PBL), Discovery Learning, dan media interaktif yang terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep, daya kritis, serta keaktifan siswa dalam pembelajaran kimia. Bagi Risnadia, keterlibatan intensif dalam pengelolaan kelas, praktikum laboratorium, dan tata kelola administrasi sekolah berhasil membentuk kesiapan kerja dan kompetensi manajerial calon guru yang terampil sesuai dengan SDG 8. Sementara itu, pilar SDG 10 tercapai melalui penyediaan praktikum susulan dan bimbingan latihan soal bagi siswa yang memerlukan penguatan materi, ditambah pembiasaan budaya ramah 5S yang mempererat inklusivitas serta solidaritas antarwarga.
Keberhasilan rangkaian Praktik Kependidikan ini diharapkan dapat menjadi pijakan dalam memperkuat sinergi antara Universitas Negeri Yogyakarta dan SMA Negeri 3 Yogyakarta dalam mencetak inovasi pembelajaran sains masa depan. KBM interaktif berbasis SDGs yang telah dikembangkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan direplikasi untuk menjaga kualitas pendidikan kimia yang adaptif dan inklusif. Selain itu, pengalaman dan kompetensi profesional yang telah ditempa selama program ini diharapkan menjadi bekal kuat bagi mahasiswa PK untuk melangkah sebagai agen perubahan (agent of change) di dunia kependidikan nasional yang siap mencetak generasi muda berkarakter dan berdaya saing global.
Aksi Nyata Mahasiswa PK Pendidikan Kimia UNY di SMA Negeri 3 Yogyakarta: Wujudkan Pembelajaran Inovatif dan Berkelanjutan Berbasis SDGs
Berita Lain
Post date:
Post date:
Post date: