Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan Praktik Kependidikan (PK) di SMA Negeri 1 Prambanan pada [bulan] hingga [bulan] 2026. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas dengan dukungan LCD dan proyektor, serta di area taman sekolah untuk kegiatan pembelajaran di luar ruang. Sasaran kegiatan adalah peserta didik Fase E/Kelas X pada mata pelajaran Kimia dengan materi Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur. Rangkaian pembelajaran dirancang dalam delapan pertemuan dengan alokasi tiga jam pelajaran setiap pertemuan, memadukan pemaparan materi dan permainan edukatif secara berkelompok maupun individu. Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, serta poin 17, yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep struktur atom yang selama ini dinilai abstrak, berjenjang, dan bersifat hafalan. Pelaksanaan pembelajaran diawali dengan pertanyaan pemantik dan pemaparan materi menggunakan media presentasi, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penguatan melalui berbagai permainan. Pada pertemuan awal, peserta didik menyelesaikan Teka-Teki Silang mengenai perkembangan teori atom dari Dalton hingga model mekanika kuantum. Kegiatan berlanjut dengan permainan kartu untuk mengelompokkan isotop, isobar, dan isoton, serta pengerjaan kepingan soal dengan dua puluh empat variasi pertanyaan mengenai konfigurasi elektron model Bohr, konfigurasi elektron mekanika kuantum, dan bilangan kuantum yang dipertukarkan antarpeserta didik. Penguatan materi sejarah sistem periodik unsur dan sifat keperiodikan unsur dilakukan melalui kuis daring Kahoot, kemudian ditutup dengan permainan “Harta Karun Kimia” di area taman sekolah yang mencakup keseluruhan materi. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa PK sebagai pelaksana pembelajaran, guru pamong mata pelajaran Kimia sebagai pembimbing di sekolah, serta peserta didik Kelas X sebagai sasaran utama kegiatan.
Pelaksanaan kegiatan menunjukkan hasil yang positif. Peserta didik terlihat lebih aktif bertanya, bekerja sama dalam kelompok, dan berani menyampaikan langkah penyelesaian soal di depan kelas. Penggunaan permainan edukatif membantu peserta didik mengulang konsep secara bertahap tanpa merasa jenuh, sehingga pemahaman terhadap penentuan jumlah partikel subatom, penulisan konfigurasi elektron, penentuan golongan dan periode, serta kecenderungan sifat keperiodikan unsur menjadi lebih baik. Hasil pengerjaan permainan dan latihan soal juga dimanfaatkan sebagai bahan penilaian proses pembelajaran sehingga penilaian tidak hanya bertumpu pada ulangan harian. Bagi sekolah, kegiatan ini memberikan alternatif variasi model pembelajaran kimia yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh guru. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana mengasah kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian secara langsung di lapangan. Dengan demikian, kegiatan PK ini berkontribusi nyata terhadap SDGs poin 4 melalui peningkatan mutu proses pembelajaran yang inklusif dan bermakna bagi seluruh peserta didik dengan kebutuhan belajar yang beragam, serta terhadap SDGs poin 17 melalui kemitraan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan.
Melalui kegiatan ini diharapkan pembelajaran kimia berbasis permainan edukatif dapat terus dikembangkan dan diterapkan pada materi lain yang bersifat abstrak. Sekolah diharapkan dapat melanjutkan variasi pembelajaran serupa, sementara mahasiswa berharap pengalaman selama praktik menjadi bekal dalam menjalankan peran sebagai pendidik profesional yang mampu menghadirkan pendidikan berkualitas dan berkelanjutan di masa mendatang. (Verlita Putri Romadhoni)