Kulon Progo, DIY — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan program kerja “Literasi Sains melalui Pendampingan Belajar dan Edukasi Astronomi di Padukuhan Dondong” bagi siswa SD dan SMP di Padukuhan Dondong, Bendungan, Wates, Kulon Progo. Kegiatan yang dilaksanakan selama bulan Juli hingga September 2026 dengan total 9 pertemuan ini menjadi ruang belajar tambahan bagi peserta didik untuk memperoleh pendampingan dalam memahami materi pelajaran sekolah sekaligus mengenal ilmu pengetahuan dan astronomi. Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta melalui interaksi langsung, sehingga siswa dapat belajar secara fleksibel, komunikatif, dan partisipatif.
Kegiatan pendampingan dilakukan melalui berbagai aktivitas pembelajaran, mulai dari penjelasan materi, diskusi, tanya jawab, latihan soal, hingga penyelesaian tugas sekolah secara bertahap. Selain pelajaran umum, peserta memperoleh edukasi astronomi dan kebintangan dengan bahasa sederhana melalui storytelling, kuis, serta simulasi. Materi yang diberikan mencakup tata surya, urutan dan karakteristik planet, rotasi dan revolusi, serta berbagai objek astronomi seperti galaksi, lubang hitam, komet, meteor, dan asteroid. Penggunaan metode yang beragam tersebut ditujukan agar konsep sains yang abstrak dapat lebih mudah dipahami dan menarik bagi siswa.
Program ini juga didukung oleh penggunaan Handbook: Tips Belajar Efektif Untuk Persiapan Mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) sebagai media pembelajaran tambahan. Handbook memperkenalkan strategi persiapan OSN, seperti mulai belajar sejak jauh hari, menggunakan soal tahun sebelumnya sebagai acuan, mengenali metode belajar yang sesuai, memilih bidang yang disukai, membuat catatan, mengikuti pembinaan di sekolah, serta berfokus pada tahapan seleksi yang sedang dihadapi. Selain itu, terdapat tips belajar umum berupa menyiapkan tempat belajar yang nyaman, menggunakan musik, tidak mengerjakan tugas secara mepet, memanfaatkan jembatan keledai atau akronim, rajin berlatih soal hitungan, menerapkan metode 15-5-15, dan membaca sekilas seluruh materi sebelum belajar.
Pelaksanaan kegiatan memperoleh respons positif dari peserta. Peserta menilai penjelasan yang diberikan mudah dipahami karena disampaikan secara lengkap dan perlahan. Storytelling menjadi salah satu metode yang menarik bagi peserta, sedangkan simulasi membantu mereka memahami materi astronomi dengan lebih cepat. Metode jembatan keledai juga mendapat respons positif karena membantu peserta mengingat urutan planet tata surya. Dari kegiatan tersebut, peserta mampu mengingat berbagai materi astronomi, seperti rotasi dan revolusi, karakteristik planet, galaksi, lubang hitam, komet, meteor, dan asteroid. Perbedaan preferensi belajar peserta juga menunjukkan pentingnya penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Secara keseluruhan, program “Literasi Sains melalui Pendampingan Belajar dan Edukasi Astronomi di Padukuhan Dondong” tidak hanya membantu peserta dalam memahami materi akademik, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap sains, keberanian berinteraksi, serta kesadaran mengenai strategi belajar yang sesuai dengan diri sendiri. Perpaduan bimbingan belajar, edukasi astronomi, metode pembelajaran yang beragam, dan handbook memberikan pengalaman belajar yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa UNY dalam mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan ruang belajar tambahan bagi anak-anak di Padukuhan Dondong. (David)
Mahasiswa KKN UNY Tumbuhkan Minat Sains Siswa Dondong lewat Pendampingan Belajar dan Pengenalan Astronomi dalam Rangka mendukung SDGs 4
Berita Lain
Post date:
Post date: