Sejak penerjunan Praktik Kependidikan (PK) pada tanggal 20 Juli 2026, mahasiswa PK mengamati sistem pengelolaan sampah di SMA N 1 Cangkringan. Dari halaman depan hingga ke setiap sudut area sekolah, lingkungan SMA Negeri 1 Cangkringan terlihat sangat bersih dan minim sampah plastik. Hal ini kerap menyita perhatian para tamu maupun pengunjung yang baru pertama kali datang. Sekolah yang berada di kawasan lereng Gunung Merapi ini menanamkan gerakan “Sekolah Tanpa Plastik” yang wajib dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga pengelola kantin.
Program ini bertujuan untuk menekan produksi sampah plastik yang sulit terurai dan berpotensi menjadi mikroplastik yang dapat membahayakan kesehatan serta lingkungan. Salah satu siswa pemilah di Bank Sampah “Widya Dharma” menjelaskan bahwa sejak meraih predikat Adiwiyata Mandiri Tingkat Nasional pada tahun 2022, SMA N 1 Cangkringan menerapkan kebijakan untuk tidak membawa sampah plastik dari luar ke lingkungan sekolah. Setiap sampah yang berasal dari luar sekolah wajib dibawa kembali oleh pihak yang membawa atau memberikannya. Sebagai contoh, apabila siswa membawa makanan dengan kemasan plastik, sampah tersebut wajib dibawa pulang oleh siswa yang bersangkutan. Selain itu, seluruh siswa diwajibkan membawa tempat makan pribadi dan botol minum (tumbler), sedangkan pihak kantin hanya menyediakan wadah berupa piring atau kertas minyak untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai. Setiap pagi, pengurus Bank Sampah “Widya Dharma” melakukan pengelolaan sekaligus pengecekan terhadap penyetoran sampah dari setiap kelas. Untuk menjaga konsistensi pelaksanaan program, sekolah juga memberikan sosialisasi melalui pembinaan upacara, memasang poster edukasi, serta menerapkan denda bagi warga sekolah yang melanggar aturan. Sebagai bentuk apresiasi, sekolah memberikan reward berupa alat kebersihan atau uang tunai kepada kelas yang berhasil menghasilkan sampah paling sedikit.
Berdasarkan penerapan aturan yang tegas dan berkelanjutan, program ini berhasil mengurangi volume sampah plastik secara signifikan di SMA Negeri 1 Cangkringan. Dampak positif yang dirasakan langsung oleh warga sekolah adalah terciptanya lingkungan belajar yang bersih, asri, dan hijau. Selain itu, kegiatan ini memberikan manfaat jangka panjang berupa pembentukan karakter dan kebiasaan hidup ramah lingkungan bagi para siswa. Pengelolaan sampah yang terstruktur ini menjadi bukti kontribusi konkret SMA Negeri 1 Cangkringan dalam mendukung target SDGs 12 melalui pola konsumsi yang bijak dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
Harapan besar dari Novia Alya, semoga SMA Negeri 1 Cangkringan dapat mewujudkan budaya sekolah bebas plastik. Kebiasaan ini diharapkan dapat terus mengakar dan membawa dampak positif hingga ke lingkungan luar sekolah. Meskipun tantangan berupa ketidakdisiplinan beberapa siswa masih dijumpai, pihak sekolah dan Bank Sampah berkoordinasi untuk terus memberikan arahan, edukasi, serta sanksi yang tegas secara konsisten. Langkah berkelanjutan ini diharapkan dapat mempertahankan predikat Adiwiyata SMA Negeri 1 Cangkringan sekaligus menjadikan sekolah ini sebagai contoh inspiratif dalam gerakan penanganan sampah plastik di dunia pendidikan.
Gerakan Sekolah Bebas Plastik SMA Negeri 1 Cangkringan
Berita Lain
Post date:
Post date:
Post date:
Post date: