SLEMAN - Kegiatan pembelajaran IPA pada materi Sistem Pernapasan dan Sistem Ekskresi telah dilaksanakan pada siswa kelas VIII E dan VIII F di SMPN 2 Ngemplak pada hari Kamis, Jum’at, dan Senin (3, 7, 10, dan 11 September 2026). Kegiatan pembelajaran bertempat di kelas serta laboratorium IPA dengan memanfaatkan sarana pembelajaran seperti buku Paket IPA, LKS, media Artificial Reality mekanisme pernapasan dan organ pernapasan, proyektor, media gambar, PPT interaktif, serta alat dan bahan praktikum sederhana. Pembelajaran dilakukan melalui pengamatan, studi literatur, demonstrasi, diskusi, dan praktikum untuk menghubungkan materi dengan permasalahan kesehatan dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Model dan pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran adalah Project Based Learning berpendekatan STEM, sehingga peserta didik dapat melakukan analisis terhadap kasus dengan materi yang diajarkan serta keterkaitannya dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berlanjutan), dan SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai struktur, fungsi, dan cara kerja organ sistem pernapasan dan sistem ekskresi serta menumbuhkan kesadaran siswa untuk menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan. Pembelajaran menghubungkan SDGs di dalam topiknya, mengenalkan siswa dengan kasus yang akan dipecahkan, mengamati demonstrasi bahaya asap rokok dan melaksanakan praktikum simulasi penyaringan darah oleh ginjal, penguatan materi, serta melakukan Post-Test untuk mengukur pemahaman siswa. Pengenalan SDGs dilakukan pada saat pengamatan demonstrasi, praktikum, serta penguatan materi. Siswa diajak untuk memahami bahwa asap rokok serta polusi udara berdampak pada gangguan kesehatan dan kerusakan organ (SDGs 3), pencemaran lingkungan dari polusi udara yang berdampak pada kualitas kota dan pemukiman (SDGs 11), serta kontribusi asap rokok dan polusi udara terhadap peningkatan emisi karbon yang berkaitan dengan perubahan iklim (SDGs 13). Pada materi sistem ekskresi, siswa juga memahami pentingnya menjaga pola makan untuk mempertahankan fungsi ginjal (SDGs 3). Seluruh rangkaian pembelajaran diikuti dengan baik oleh siswa kelas VIII E dan VIII F dengan pemantauan guru pamong selama kegiatan berlangsung.
Pembelajaran yang telah dilaksanakan akan memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan membantu siswa memahami keterkaitan antara sistem pernapasan, sistem ekskresi, kesehatan, lingkungan, serta mengenal adanya tujuan pembangunan berkelanjutan global (SDGs). Melalui pengamatan, demonstrasi, dan praktikum, siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan sekitar. Pembelajaran ini turut mendukung pencapaian SDGs Poin 3 melalui peningkatan kesadaran hidup sehat, SDGs Poin 11 melalui kepedulian terhadap lingkungan yang sehat dan layak huni, serta SDGs Poin 13 melalui pemahaman mengenai dampak aktivitas manusia terhadap perubahan iklim. Dengan demikian, pembelajaran IPA menjadi sarana untuk membangun pengetahuan sekaligus kepedulian siswa terhadap lingkungan dan kesehatan diri sendiri.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan pembelajaran serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dengan menghadirkan kegiatan praktikum serta demonstrasi dengan pengaitan isu-isu nyata agar pemahaman siswa semakin mendalam. Tindak lanjut pembelajaran juga diarahkan pada pembiasaan pola hidup sehat dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian SDGs. (Kanisa)
EKSPLORASI SISTEM PERNAPASAN DAN EKSKRESI: MENJADIKAN PEMBELAJARAN IPA LEBIH BERMAKNA DENGAN SDGs
Berita Lain
Post date:
Post date: