Yogyakarta, 26 Agustus 2026 - Keterbatasan fasilitas laboratorium tidak menghalangi siswa kelas XI F4 SMAN 4 Yogyakarta untuk melaksanakan pembelajaran praktikum termokimia. Pada Rabu (26/8), kegiatan yang berlangsung pada dua jam pelajaran terakhir tersebut dilaksanakan di ruang kelas dengan memanfaatkan barang bekas dan bahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan praktikum dilaksanakan karena laboratorium sekolah sedang dalam tahap renovasi. Meskipun tidak dapat menggunakan fasilitas laboratorium seperti biasanya, siswa tetap melakukan eksperimen sederhana untuk memahami konsep termokimia secara langsung. Pembelajaran ini menjadi salah satu bentuk penyesuaian kegiatan praktikum agar proses belajar tetap berjalan selama fasilitas laboratorium belum dapat digunakan.
Praktikum dilakukan secara berkelompok dengan melibatkan tujuh kelompok. Setiap kelompok memiliki tugas yang berbeda dalam rangkaian kegiatan. Dua kelompok bertugas membuat alat, dua kelompok melakukan pengukuran, dua kelompok melakukan percobaan reaksi, sedangkan satu kelompok bertanggung jawab dalam dokumentasi. Pembagian tugas tersebut membuat siswa terlibat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan kalorimeter sederhana menggunakan wadah bekas Pop Mie. Wadah tersebut dimanfaatkan kembali sebagai alat untuk membantu pengamatan perubahan suhu selama percobaan. Siswa kemudian melakukan pengukuran suhu pada beberapa larutan untuk mengidentifikasi proses yang berkaitan dengan reaksi eksoterm dan endoterm.
Kegiatan praktikum semakin menarik ketika siswa melakukan percobaan elephant toothpaste. Percobaan tersebut menggunakan bahan sederhana berupa Vanish, Sunlight, dan ragi instan. Ketika bahan-bahan tersebut direaksikan, terbentuk busa dalam jumlah yang banyak sehingga menarik perhatian siswa. Siswa tampak antusias mengamati proses pembentukan busa dan mendiskusikan perubahan yang terjadi selama percobaan.
Pelaksanaan praktikum di ruang kelas menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran kimia dapat tetap berlangsung secara aktif dan kontekstual meskipun fasilitas laboratorium sedang direnovasi. Pemanfaatan wadah bekas sebagai alat praktikum juga memberikan pengalaman kepada siswa untuk menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran.
Kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas. Pembelajaran tetap memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman eksperimen meskipun terdapat keterbatasan fasilitas. Selain itu, pemanfaatan wadah bekas dan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar juga berkaitan dengan SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, melalui pengenalan pemanfaatan sumber daya secara lebih bijak.
Melalui praktikum sederhana tersebut, siswa tidak hanya mempelajari konsep termokimia secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam melakukan pengamatan, pengukuran, eksperimen, kerja sama kelompok, serta menghubungkan konsep kimia dengan kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. (Vias)
Belajar Termokimia Tanpa Laboratorium, Siswa Kelas XI F4 Manfaatkan Barang Bekas dan Bahan Rumah Tangga
Berita Lain
Post date: