SMP Negeri 2 Gamping, [Kamis, 10 September 2026] — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta, Dwi Riska Maulina menghadirkan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan bagi murid kelas VIII di SMP Negeri 2 Gamping melalui materi “Dampak Perubahan Iklim terhadap Kehidupan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Masyarakat.”
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan memadukan penyampaian materi, diskusi kelompok, presentasi, kuis interaktif, serta berbagai aktivitas yang mendorong keaktifan murid. Melalui kegiatan tersebut, murid tidak hanya menerima materi dari guru, tetapi juga diberikan kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran.
Dalam pembelajaran, murid diajak memahami bahwa perubahan iklim tidak hanya berkaitan dengan perubahan kondisi alam, tetapi juga memberikan dampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pada aspek ekonomi, murid mempelajari bagaimana perubahan cuaca dan iklim dapat memengaruhi kegiatan pertanian, perikanan, perdagangan, serta pekerjaan masyarakat. Perubahan pola musim dan cuaca ekstrem, misalnya, dapat mengganggu hasil pertanian maupun aktivitas nelayan yang pada akhirnya dapat memengaruhi pendapatan masyarakat.
Pada aspek sosial, murid diajak memahami dampak perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat, seperti meningkatnya risiko bencana, gangguan kesehatan, perubahan aktivitas sehari-hari, hingga kemungkinan terjadinya perpindahan penduduk akibat kondisi lingkungan. Sementara itu, pada aspek budaya, murid mempelajari bagaimana perubahan kondisi lingkungan dapat memengaruhi tradisi, kebiasaan, dan aktivitas budaya masyarakat yang selama ini berkaitan dengan kondisi alam.
Untuk memperdalam pemahaman, mahasiswa menerapkan diskusi kelompok dan presentasi. Murid bekerja sama membahas dampak perubahan iklim berdasarkan aspek ekonomi, sosial, dan budaya. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan di depan kelas sehingga murid dapat bertukar pengetahuan sekaligus melatih kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan pendapat.
Pembelajaran juga dilengkapi dengan Kahoot sebagai kuis interaktif. Melalui kuis tersebut, murid dapat menjawab pertanyaan secara langsung mengenai materi yang telah dipelajari. Penggunaan Kahoot memberikan suasana evaluasi yang lebih menarik sekaligus membantu mahasiswa mengetahui tingkat pemahaman murid terhadap materi.
Selain itu, mahasiswa menggunakan “Papan Bintang Keaktifan” sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi murid selama pembelajaran. Murid memperoleh bintang atas keaktifan dalam menjawab pertanyaan, mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, maupun berpartisipasi dalam diskusi kelompok. Apresiasi sederhana tersebut diharapkan dapat meningkatkan keberanian dan motivasi murid untuk terlibat dalam pembelajaran.
Agar suasana pembelajaran tidak monoton, mahasiswa juga menyisipkan ice breaking berupa permainan pesawat kertas. Murid diminta membuat pesawat kertas dengan bentuk sesuai kreativitas masing-masing, kemudian menerbangkannya menuju lingkaran target yang telah disediakan di papan tulis. Kegiatan tersebut bertujuan melatih fokus dan konsentrasi murid sekaligus memberikan penyegaran selama proses pembelajaran.
Berbagai aktivitas tersebut menjadi upaya mahasiswa untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid. Murid tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga aktif berdiskusi, bekerja sama, mempresentasikan hasil pemikiran, mengikuti kuis, dan berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penerapan pembelajaran yang aktif, partisipatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi murid. Materi perubahan iklim yang diberikan juga memiliki keterkaitan dengan SDGs tujuan ke-13, yaitu Penanganan Perubahan Iklim, karena murid diajak memahami dampak perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat serta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menghadapi perubahan iklim.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PK tidak hanya memperoleh pengalaman dalam menerapkan keterampilan mengajar, tetapi juga berupaya menghadirkan pembelajaran IPS yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran mengenai perubahan iklim diharapkan dapat membantu murid memahami dampak perubahan iklim terhadap kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya serta mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan kondisi di sekitarnya.
Kegiatan PK di SMP Negeri 2 Gamping menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna sekaligus mendukung pendidikan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. (Riska)