Mahasiswa KKN UNY Kaliwanglu Kulon, Harjobinangun, Fokus pada Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat untuk mewujudkan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Fokus utama pada pengurangan timbulan sampah, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan ekonomi sirkular. Sebanyak sepuluh mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengadakan kegiatanpengelolaansampah berbasis masyarakat di Desa Kaliwanglu Kulon, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, pada Senin, 20 Juli 2025. Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai solusi atas persoalanlingkungan yang dihadapi warga. Ketua KKN Kaliwanglu Kulon, Bayu Akbar Revantyo, menjelaskan bahwa program pengelolaan sampah dipilih karena menjadi salah satu isu paling krusial yang dihadapi masyarakat setempat. “Kami melihat permasalahan sampah masihmenjadi tantangan utama di Desa Kaliwanglu Kulon, baik dari sisi pengelolaan, kesadaran, maupun infrastrukturnya. Karena itu, kami memilih program ini agar bisa mendorong perubahan dari aspek edukasi hingga praktik pengelolaan di tingkat rumah tangga,” ujar Ketua KKN KaliwangluKulon. Ia juga menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat kolaboratif, dengan melibatkan tokoh masyarakat, kaderPKK, dan perangkat desa agar keberlanjutan program tetap terjaga meski masa KKN telah selesai. Mahasiswa KKN UNY di Padukuhan Kaliwanglu Kulon yang terdiri dari Bayu Akbar Revantyo, Riski Kumoro, Asyam Raziqi Novaramadhan, Fahmy Adityo, Wahyu Prabaningrum, Olivia Balibim Pasaribu, Maria Ratna Setyaningsih, Ester Gultom, Ravellina Naia Safitri, danNadhiaShofiArehtadarilintasprogramstudi merancang dan melaksanakan program kerja yangberfokuspadapengelolaandan pemanfaatan sampah berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pemanfaatan sampah plastik melalui program Eco Landmark yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sekaligus memberikan nilai guna terhadap sampah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Selain membantu mengurangi sampah plastik di lingkungan, penyusunan ecobrick menjadi tulisan “KALIWANGLU KULON” juga menghasilkan karya yang memiliki nilai estetika dan memperkuat identitas padukuhan.
Dalam sambutannya, Dukuh Kaliwanglu Kulon Bapak Banteng Yuniarto menyambut baik kehadiran para mahasiswa dan mengapresiasi semangat kolaboratif yang di bawa oleh UNY. “Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa UNY di Desa Kaliwanglu Kulon. Semoga kegiatan ini bisa menjadi awal perubahan positif, terutama dalam membangun kesadaran kolektif warga tentang pentingnya pengelolaan sampah,” ujar Dukuh Kaliwanglu Kulon. Sementara itu, Muhammad Harfiansyah Makarim, S.E., M.B.A., dosen pembimbing lapangan dari UNY, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat kepada masyarakat, tetapi juga memperkaya pengalaman mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu di dunia nyata. Muhammad Harfiansyah Makarim, S.E., M.B.A., “Melalui KKN, mahasiswa belajar langsung dari masyarakat sekaligus menjadi fasilitator perubahan. Ini sejalan dengan nilai-nilai pendidikan berbasis kepedulian dan keberlanjutan,” ungkapnya. Lebih dari itu, program ini juga merupakan wujud nyata dari inisiatif ‘Dikti Saintek Berdampak’, yaitu kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi keagamaan dan sains-teknologi dalam menyelesaikan isu-isu strategis nasional, seperti lingkungan hidup, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan mengusung semangat UNY Berdampak, kegiatan KKN di Kaliwanglu Kulon diharapkan mampu menjadi inspirasi program serupa di desa-desa lain, memperkuat sinergi antara mahasiswa, dosen, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong perubahan dari akar rumput.
Kegiatan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Kaliwanglu Harjobinangun
Berita Lain
Post date:
Post date: