SLEMAN – Mahasiswa PK UNY menerapkan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kompetisi di SMP Negeri 2 Gamping. Kegiatan terlaksana pada Rabu, 16 September 2026 dan diikuti murid kelas VIII D. Penerapan variasi model pembelajaran ini berkaitan dengan poin Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya Quality Education (poin 4) dan Gender Equality (poin 5).
Ide penerapan model pembelajaran ini berawal dari anggapan bahwa pembelajaran satu arah kerap menimbulkan rasa bosan, kurang antusias, surut fokus, dan belum memfasilitasi keberagaman gaya belajar siswa. Hal ini tervalidasi pula ketika mahasiswa melakukan praktik mengajar di kelas. Sebagian besar murid menunjukkan gejala tersebut. Dengan demikian, kegiatan ini ditujukan untuk meminimalkan munculnya gejala tersebut. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran diawali dengan membagi murid ke dalam kelompok. Pembagian kelompok menggunakan undian gambar suku di Indonesia, sekaligus mengenalkan ragam suku pada murid. Melalui undian ini, satu kelompok akan beranggotakan 4 orang (2 siswa, 2 siswi). Pembelajaran ini didukung materi “Berkenalan dengan Unsur Iklan”. Delapan teks iklan yang berbeda ditempel di dinding kelas sesuai posisi kelompok, lalu tiap kelompok dibagikan amplop berisi potongan unsur iklan. Mahasiswa memosisikan diri tepat di tengah kelas dan mengucapkan satu per satu unsur iklan secara bertahap. Tiap perwakilan kelompok berlomba menempelkan potongan unsur pada teks iklan dan bergegas melakukan tos dengan mahasiswa. Sistem poin juga diterapkan, 2 poin untuk penempelan sesuai bagian teks iklan, 1 poin untuk 3 kelompok tercepat melakukan tos, dan -1 poin untuk penempelan salah. Dengan demikian, untuk mendapatkan poin maksimal, tidak hanya kecepatan yang diuji tetapi juga ketepatan.
Kegiatan berlangsung secara efektif dan berjalan sesuai rencana. Rasa bosan, minim antusias, dan surut fokus tergantikan usaha mencapai poin tertinggi, riuh semangat, serta fokus koordinasi antara menyimak instruksi mahasiswa, menempel secara tepat, dan bergegas tos secara cepat. Pembagian dalam kelompok juga mengaktifkan naluri murid untuk bekerja sama dan mendiskusikan strategi tepat untuk meraih poin tertinggi. Hal ini sejalan dengan poin 4 SDGs (Quality Education), terlihat dari upaya memfasilitasi murid dengan gaya belajar yang berbeda melalui kompetisi antar kelompok. Undian kelompok yang membagi per kelompok terdiri dari 2 siswa dan 2 siswi juga sejalan dengan poin 5 SDGs (Gender Equality). Pembagian murid laki-laki dan perempuan secara seimbang ini memberikan kesempatan yang sama dalam ruang partisipasi, kepemimpinan, serta pembagian peran setara saat berdiskusi.
Walaupun begitu, tidak dapat dipungkiri adanya tantangan dalam pelaksanaan. Salah satunya mengondisikan murid untuk satu kelompok dengan lawan jenis. Tantangan tersebut dapat teratasi melalui pendampingan dan arahan. Harapannya, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini. Penerapan variasi model pembelajaran yang memfasilitasi gaya belajar murid sangat disarankan terus dikembangkan guna mendukung capaian tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Gamping maupun sekolah lainnya. (Bray)
Tingkatkan Antusias Belajar, Mahasiswa PK UNY Terapkan Model Pembelajaran Berbasis Kompetisi pada Materi Iklan di SMP Negeri 2 Gamping
Berita Lain
Post date:
Post date: