Bantul – Pada upaya meningkatkan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), Habit Taqfirotu Rohmah mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melakukan kegiatan pembelajaran Fisika yang interaktif berbasis digital di MAN 3 Bantul. Pembelajaran ini berfokus pada materi dasar sains, yaitu pengukuran, notasi ilmiah, dan angka penting.
Kegiatan dirancang dengan tujuan mengasah ketelitian serta daya kritis siswa melalui alur pembelajaran yang terstruktur. Pembelajaran diawali dengan penyampaian materi secara konseptual. Suasana kelas semakin aktif saat beberapa siswa bergantian maju ke depan untuk mengerjakan dan membahas latihan soal di papan tulis. Aktivitas ini tidak hanya bertujuan untuk menguji pemahaman siswa secara langsung, tetapi juga melatih rasa percaya diri di depan kelas. Selanjutnya, pemahaman konsep diperkuat dengan simulasi online (virtual lab pengukuran) interaktif untuk memvisualisasikan penggunaan alat ukur seperti jangka sorong dan mikrometer sekrup secara nyata. Proses belajar dilanjutkan dengan pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) secara berkelompok. Melalui LKPD tersebut siswa diajak untuk aktif berkolaborasi karena dikerjakan secara berkelompok serta bereksplorasi dalam memahami penerapan konsep pengukuran dalam aturan angka penting. Selain memanfaatkan simulasi online, integrasi inovasi teknologi dalam pembelajaran juga diterapkan pada kegiatan evaluasi melalui penggunaan kuis online pada platform Wayground dan Kahoot. Pemanfaatan kedua platform digital tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran sekaligus mengembangkan keterampilan digital mereka.
Penerapan metode pembelajaran yang bervariasi ini dapat memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan antusiasme, keaktifan, dan hasil belajar siswa di kelas. Pembelajaran tidak hanya mengasah pemahaman konsep fisika, tetapi juga meningkatkan literasi digital dan keterampilan berpikir kritis pada siswa. Kegiatan ini secara langsung berkontribusi pada SDGs poin 4 melalui penyediaan layanan pendidikan yang berkualitas, serta mendukung SDGs poin 9 melalui pemanfaatan inovasi teknologi dann plastform digital dalam proses pembelajaran.
Melalui penguatan konsep dasar dan pemanfaatan sarana pembelajaran digital ini, kegiatan PK diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di lingkungan sekolah.