Pembelajaran Biologi pada materi Virus dilaksanakan melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di SMA Negeri 2 Sleman pada Rabu, 17 September 2026, sebagai bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Nesasa Umilutfia, mahasiswa Praktik Kependidikan UNY, dan diikuti oleh peserta didik kelas X Indraprasta. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep virus secara teori, tetapi juga dilatih menganalisis isu kesehatan aktual melalui berita hantavirus yang kemudian dituangkan ke dalam bentuk mind mapping. Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, mengingat pendidikan kesehatan berbasis isu aktual berperan penting dalam membentuk kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit menular.
Tujuan kegiatan ini adalah membantu peserta didik memahami konsep virus secara ilmiah sekaligus melatih keterampilan berpikir kritis melalui analisis masalah nyata. Proses pembelajaran diawali dengan penyajian artikel berita tentang wabah hantavirus sebagai pemicu diskusi, sesuai sintaks PBL yang menuntut siswa mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi, dan merumuskan solusi secara kolaboratif. Menurut Kementerian Kesehatan RI (2026), hantavirus merupakan kelompok virus zoonotik yang ditularkan dari hewan pengerat, terutama tikus, kepada manusia melalui paparan urine, feses, atau air liur yang terkontaminasi, dengan gejala awal yang sering menyerupai flu sehingga berisiko tidak dikenali pada tahap dini. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil untuk mengkaji berita tersebut, kemudian menuangkan hasil analisisnya ke dalam mind mapping yang memuat karakteristik virus, mekanisme penularan, gejala, dan langkah pencegahan.
Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta didik terhadap materi virus serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan penyakit menular, mengingat langkah pencegahan utama terhadap virus semacam ini adalah menghindari kontak dengan hewan pengerat dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Melalui mind mapping, peserta didik tidak hanya menghafal konsep, tetapi juga mampu mengaitkan materi pelajaran dengan isu kesehatan aktual di masyarakat. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap SDG 3 melalui penguatan literasi kesehatan dan kesadaran pencegahan penyakit menular, sekaligus terhadap SDG 4 melalui penerapan model pembelajaran inovatif yang mendorong keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah pada peserta didik.
Ke depan, diharapkan model pembelajaran berbasis isu kesehatan aktual seperti ini dapat terus dikembangkan dan diintegrasikan pada materi biologi lainnya di SMA Negeri 2 Sleman, sehingga sekolah tidak hanya berperan sebagai pusat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang penguatan kesadaran kesehatan masyarakat yang berkelanjutan dan mendukung pencapaian SDGs secara nyata di lingkungan pendidikan. (Nesasa Umilutfia)
Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Siswa melalui Pembelajaran PBL Materi Virus (Studi Kasus Berita Hantavirus) sebagai Wujud Dukungan SDGs di Sekolah
Berita Lain
Post date:
Post date: