BANTUL, Pembelajaran Biologi melalui praktikum pengamatan bakteri di SMA Negeri 1 Sanden, Kabupaten Bantul, menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengeksplorasi keberadaan dan peranan mikroorganisme dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Siti Nurjanah, bersama peserta didik kelas XF pada Selasa, 15 September 2026 pukul 07.15–09.15 WIB. Pembelajaran berfokus pada materi bakteri melalui model Inquiry Learning yang memberikan pengalaman belajar aktif, kontekstual, dan bermakna. Kegiatan yang didampingi oleh guru mata pelajaran Biologi, Ibu Dalmini, S.Pd., ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penguatan materi mengenai pengertian, karakteristik, dan peranan bakteri serta pertanyaan pemantik yang berkaitan dengan keberadaan mikroorganisme dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, peserta didik kelas XF dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai panduan. Setiap kelompok merumuskan permasalahan dan menyusun hipotesis sebelum melakukan pengamatan. Praktikum menggunakan tiga jenis sampel, yaitu yogurt, Yakult, dan air kolam. Peserta didik mengamati salah satu sampel menggunakan mikroskop, kemudian mencatat hasil berdasarkan bentuk, susunan, pergerakan, kelimpahan relatif, dan karakteristik lain yang terlihat pada preparat. Mahasiswa PK UNY mendampingi peserta didik dalam proses pengamatan, pencatatan data, diskusi, analisis hasil, hingga penarikan kesimpulan.
Praktikum memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami konsep bakteri melalui pengalaman belajar secara langsung. “Melalui praktikum ini, peserta didik tidak hanya mempelajari bakteri melalui teori, tetapi juga belajar melakukan penyelidikan, mengumpulkan data, menganalisis hasil pengamatan, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti yang mereka temukan sendiri,” ujar Janah. Kegiatan ini membantu peserta didik memahami bahwa bakteri dapat ditemukan di berbagai lingkungan dan memiliki peranan yang beragam. Pengamatan yogurt dan Yakult mengenalkan pemanfaatan bakteri dalam proses fermentasi pangan, sedangkan air kolam memberikan gambaran mengenai keberadaan mikroorganisme di lingkungan perairan. Selain memperkuat pemahaman konsep, kegiatan ini melatih keterampilan observasi, berpikir kritis, kerja sama, komunikasi, dan keterampilan proses sains. Kegiatan tersebut berkontribusi pada SDG 3 melalui pemahaman bakteri dan kesehatan, SDGs 4 melalui pembelajaran aktif, serta SDG 6 melalui pengenalan mikroorganisme di lingkungan perairan dan pentingnya menjaga kualitas air.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pembelajaran Biologi di kelas XF dapat terus dikembangkan dengan pendekatan yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. “Saya berharap pengalaman praktikum ini dapat membuat peserta didik semakin tertarik mempelajari Biologi serta mampu menghubungkan konsep yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan di sekitarnya,” ujar Janah. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus diterapkan dalam pembelajaran Biologi berikutnya untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Eksplorasi Dunia Mikro: Mahasiswa PK UNY Ajak Siswa SMA Negeri 1 Sanden Mengamati Bakteri melalui Praktikum Berbasis Inquiry Learning
Berita Lain
Post date:
Post date: