Astuti Wijayanti berhasil meraih gelar Doktor di FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) setelah dinyatakan lulus pada Sidang Promosi Doktor yang dilaksanakan Rabu, 10/6/26 di Ballroom Gedung Magister dan Doktor FMIPA UNY. Astuti berhasil mempertahankan penelitiannya yang berjudul Pengembangan Model Iqra-Er Berbasis Tri Sumber Belajar untuk Meningkatkan Critical Thinking Skill dan Social Responsibility Mahasiswa Pendidikan IPA. Dewan penguji pada kesempatan tersebut terdiri dari Prof. Dr. Dadan Rosana, M.Si.. (Ketua/Penguji), Dr. Agung Wijaya Subiantoro S.Pd., M.Pd. (Sekretaris/Penguji), Prof. Dr. Wiyanto, M.Si(Penguji Eksternal), Prof. Dr. Slamet Suyanto, M.Ed (Penguji Internal), Prof. Dr. Jumadi, M.Pd. (Promotor/Penguji), Prof.Dr. Antuni Wiyarsi, M.Sc. (Kopromotor /Penguji).
Inovasi pembelajaran di perguruan tinggi terus berkembang untuk menjawab tantangan abad ke-21 yang semakin kompleks. Salah satu terobosan terbaru hadir melalui disertasi Astuti Wijayanti pada Program Doktor Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta yang mengembangkan model pembelajaran IQRA-ER berbasis tri sumber belajar. Model ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis (critical thinking skills) dan tanggung jawab sosial (social responsibility) mahasiswa Pendidikan IPA. Pengembangan model ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yaitu menjamin pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.
“Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai konsep akademik, tetapi juga mampu merespons berbagai persoalan sosial, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan secara kritis dan bertanggung jawab. Berbagai kajian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis dan tanggung jawab sosial mahasiswa masih perlu ditingkatkan, terutama dalam menghadapi isu-isu keberlanjutan yang semakin kompleks”, katanya.
Astuti menjelaskan, model IQRA-ER merupakan pengembangan dari pendekatan Problem Based Learning (PBL), design thinking, serta nilai-nilai pendidikan Tamansiswa. Nama IQRA-ER merupakan akronim dari enam tahapan pembelajaran, yaitu Identifying Natural Phenomena, Questioning the Problem, Reading the Literature, Analyzing the Expert Explanation, Evaluating the Design, dan Reflecting for Social Responsibility. Model ini memanfaatkan tiga sumber belajar utama, yakni lingkungan, literatur ilmiah, dan pakar sebagai sumber pembelajaran yang saling melengkapi.
Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan prosedur pengembangan 4D yang meliputi Define, Design, Develop, dan Disseminate. Uji coba dilakukan pada mahasiswa Pendidikan IPA dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Sebelas Maret (UNS). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, tes, dan angket untuk mengukur efektivitas model terhadap berbagai aspek keterampilan mahasiswa.
Menurut Astuti, model IQRA-ER terbukti lebih efektif dibandingkan model PBL dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan memberikan pengaruh positif terhadap tanggung jawab sosial mahasiswa. Selain dampak instruksional tersebut, model ini juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kreatif, komunikasi, dan kolaborasi yang menjadi kompetensi penting di era modern.
Dengan pendekatan yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal, model IQRA-ER diharapkan mampu melahirkan generasi pendidik sains yang kritis, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan. (witono)
Pengembangan Model IQRA-ER Berbasis Tri Sumber Belajar Tingkatkan Berpikir Kritis dan Tanggung Jawab Sosial Mahasiswa IPA
Berita Lain
Post date: