Sleman-Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Yogyakarta, Nandya Aura Hermina, melaksanakan kegiatan pembelajaran materi fungsi dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) di kelas 8E SMP Negeri 2 Gamping pada Kamis, 3 September 2026. Kegiatan ini ditujukan bagi murid kelas 8E berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Pendidikan Berkualitas, dengan upaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada murid.
Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi murid, membantu mereka memahami konsep fungsi melalui masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari, serta menumbuhkan kemandirian belajar. Pelaksanaan pembelajaran dimulai dengan melaksanakan kuis sebagai asesmen diagnostik murid dan pengingat pada materi sebelumnya, kemudian murid yang memiliki nilai tertinggi mempresentasikan hasil kuis. Selanjutnya, pembagian kelompok berdasarkan hasil kuis. Murid berkelompok membahas lembar kerja yang telah didapatkan, lembar kerja ini berorientasi pada masalah kontekstual mengenai negara dengan ibu kota dan negara dengan bahasa yang digunakan. Masalah tersebut memancing rasa ingin tahu dan mendorong murid mengajukan dugaan awal. Pada tahap penyelidikan, setiap kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi masalah dengan bimbingan mahasiswa PK sebagai fasilitator. Murid juga menelusuri informasi dari buku paket dan sumber belajar lain untuk menguji dugaan mereka. Hasil diskusi selanjutnya dipresentasikan di depan kelas dan ditanggapi oleh kelompok lain. Mahasiswa PK memberikan penguatan dan meluruskan miskonsepsi yang muncul. Kegiatan ditutup dengan analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah bersama-sama, serta penarikan kesimpulan mengenai konsep fungsi. Seluruh kegiatan diikuti oleh 31 murid kelas 8E SMP Negeri 2 Gamping.
Pembelajaran dengan pendekatan problem based learning (PBL), menjadikan murid lebih aktif bertanya, berani menyampaikan pendapat, dan bergotong royong dalam menyelesaikan masalah. Pembelajaran dengan menggunakan masalah nyata membuat konsep fungsi lebih mudah dipahami dan bermakna dibandingkan bila hanya disampaikan melalui penjelasan rumus. Peserta didik juga terlatih menalar, mengaitkan konsep matematika dengan situasi sehari-hari, dan menghargai perbedaan pendapat dalam diskusi. Kegiatan ini mendukung SDGs, khususnya upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang inklusif dan berpusat pada murid. Nilai Profil Pelajar Pancasila seperti bernalar kritis, gotong royong, dan mandiri juga tampak selama pembelajaran.
Melalui praktik pendidikan ini diharapkan problem based learning (PBL) dapat terus diterapkan pada materi matematika lainnya agar murid terbiasa menyelesaikan masalah secara kritis dan kolaboratif. Mahasiswa PK berharap pengalaman ini dapat menjadi bahan refleksi dan pengembangan praktik mengajar pada kesempatan berikutnya.(Nandya)