Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA MTs Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY) menyelenggarakan webinar bertema Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dalam pembelajaran di sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan secara online ini diikuti oleh lebih dari 680 guru IPA dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Ketua MGMP IPA Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Aris, M.Pd., menyampaikan bahwa webinar ini digelar sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pedagogik dan profesionalisme guru, sekaligus persiapan menghadapi Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK).
"Tujuan kegiatan ini adalah persiapan Bapak dan Ibu guru IPA untuk menghadapi asesmen GTK. Namun yang paling pokok, ilmu STEM yang didapatkan bisa terimplementasi langsung dalam pembelajaran di kelas. Outcome-nya, murid-murid Madrasah Tsanawiyah di Jawa Tengah bisa bertambah maju," ujar Aris.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator KKG/MGMP Provinsi Jawa Tengah, Agus Mahasin, S.Pd.I., M..Elm., menegaskan pentingnya pembenahan pembelajaran kelas berbasis mata pelajaran guna mendongkrak capaian numerasi dan asesmen siswa.
"Tantangan pengukuran numerasi dan PISA kita masih menjadi pekerjaan rumah. Solusi paling efektif yang bisa kita lakukan adalah melalui pendekatan pedagogis dan profesionalitas guru di forum MGMP. Saya berharap kegiatan kolaborasi seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berkelanjutan," tutur Agus.
Sementara itu, Dr. Sabar Nurohman, M.Pd., Kaprodi Pendidikan IPA FMIPA UNY yang hadir sebagai narasumber utama, memaparkan pentingnya mengintegrasikan pendekatan STEM dengan kerangka deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan Kementerian Agama. Menurutnya, pembelajaran IPA tidak boleh berhenti pada hafalan atau penyelesaian soal teoritis semata.
"Dalam konteks STEM, mengajar IPA tidak cukup hanya sampai tingkat paham atau bisa mengerjakan rumus di atas kertas. Kita harus mendorong siswa sampai pada tahap mengaplikasikan ilmu untuk membuat karya atau produk nyata, seperti generator atau motor listrik sederhana. Dari sana, pemahaman konsep IPA menjadi lebih terasa bermakna (meaningful) dan aplikatif untuk masa depan mereka," jelas Sabar.
Selain membedah materi STEM, FMIPA UNY juga membuka peluang kerja sama lanjutan bagi para guru dan madrasah di Jawa Tengah, mulai dari pemanfaatan laboratorium kampus untuk kegiatan praktikum hingga diklat pengelolaan laboratorium IPA. Dengan program ini, diharapkan kualitas pendidikan sains di tingkat madrasah terus meningkat secara signifikan. (witono)