Tim Pengabdi dari FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan pelatihan bertema “Pengelolaan Limbah Organik Menjadi Produk Bermanfaat” yang ditujukan bagi guru-guru sekolah dasar (SD). Kegiatan ini mengusung subtema pelatihan pembuatan pupuk cair, sabun padat, dan lilin hias, serta dilengkapi dengan materi deteksi bahan berbahaya pada makanan/minuman. Pelatihan dilaksanakan pada Sabtu, 29/8/26 di Kampus FMIPA UNY.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdi, Prof. Dr. Endang Widjajanti, dengan anggota tim yang terdiri dari Ratnawati, M.Sc., Dr. Das Salirawati, M.Si., Dr. Dewi Yuanita Lestari, dan Dr. Marfuatun, M.Si. Pelatihan ini dirancang untuk membekali guru SD dengan keterampilan praktis dalam mengelola limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi dan edukatif, sekaligus meningkatkan kesadaran tentang keamanan pangan. Kegiatan ini berkaitan dengan usaha untuk menerapkan tujuan kebelanjutan no 4, 12 dan 17.
Prof. Endang menjelaskan, rangkaian kegiatan pelatihan yang berlangsung di FMIPA UNY ini mencakup empat sesi kegiatan. Pelatihan pertama yaitu tentang pembuatan Pupuk Cair. Peserta diajarkan teknik mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk cair yang ramah lingkungan dan dapat digunakan untuk tanaman disekolah atau rumah. Kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan pupuk cair dari limbah dapur
Pelatihan kedua yaitu pelatihan pembuatan Lilin Hias. Sesi ini mengajarkan cara mendaur ulang limbah organik minyak jelantah, crayon sisa, menjadi lilin hias dan lilin aromaterapi yang memiliki nilai estetika dan ekonomis. Pelatihan ketiga yaitu Pembuatan Sabun Padat. Peserta belajar mengubah limbah organik, seperti minyak jelantah, menjadi sabun padat yang aman dan bermanfaat untuk kebersihan sehari-hari. Ekoenzim yang digunakan merupakan hasil yang telah dibuat pada kegiatan sebelumnya yang telah dilakukan pada tanggal 9 Mei 2026.
“Selain itu tim juga memberikan pelatihan praktek deteksi bahan berbahaya pada makanan. Sesi ini memberikan pengetahuan praktis kepada guru untuk mengidentifikasi bahan berbahaya yang mungkin terkandung dalam konsumsi sehari-hari, sehingga dapat diteruskan kepada siswa dan orang tua. Sesi ini merupakan kegiatan tambahan yang diinginkan oleh peserta”, lanjutnya.
Prof Endang mengungkapkan bahwa seluruh peserta, yang merupakan guru-guru SD, menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan mempraktikkan langsung setiap materi yang disampaikan. Banyak peserta menyatakan bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan mereka dalam mengajarkan pendidikan lingkungan dan kewirausahaan berbasis limbah di sekolah.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan guru SD dalam mengelola limbah secara kreatif dan berkelanjutan. Dengan keterampilan yang diperoleh, guru tidak hanya dapat menerapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga menyebarluaskan pengetahuan ini kepada siswa dan komunitas sekitar. Tim pengabdi FMIPA UNY berencana melanjutkan program serupa dengan topik berbeda untuk memperkuat kapasitas pendidik dalam menghadapi tantangan lingkungan dan kesehatan masyarakat”, katanya. (end)
Pelatihan Pengelolaan Limbah Organik untuk Guru SD di FMIPA UNY
Berita Lain
Post date:
Post date:
Post date:
Post date: