Sleman — Pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Gamping tidak hanya dilakukan melalui penjelasan materi. Selama pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) tahun 2026, mahasiswa Pendidikan IPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mencoba memanfaatkan alat-alat laboratorium sekolah sebagai media belajar bagi murid kelas VII melalui berbagai kegiatan praktikum. Rangkaian kegiatan dilaksanakan mulai dari observasi dan persiapan alat laboratorium pada 23-25 Juli 2026, persiapan perangkat pembelajaran dimulai pada 28 Juli 2026 yang dilakukan setiap mingguan, pelaksanaan praktikum dimulai pada 4 Agustus hingga 16 September 2026. Kegiatan pemanfaatan alat laboratorium dan pelaksanaan praktikum tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education).
Pemanfaatan alat laboratorium berawal dari observasi adanya fasilitas yang dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran IPA, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Mahasiswa PK kemudian mencoba mengintegrasikan praktikum ke dalam materi yang sedang dipelajari murid dengan menyiapkan alat, bahan, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Pada 23-25 Juli 2026, mahasiswa PK membersihkan, mengecek, dan mengkalibrasi alat ukur yang akan digunakan dalam kegiatan praktikum. Praktikum dimulai pada 4-5 Agustus 2026 di kelas VII E dan VII F pada materi pengenalan alat laboratorium, dilanjut tanggal 28-29 Agustus 2026, di kelas VII E kelas VII F dilakukan praktikum dengan materi besaran dan pengukuran, murid bekerja secara berkelompok menggunakan Neraca Ohaus dan Neraca Pegas serta didampingi mahasiswa PK dalam mengenalkan fungsi dan cara penggunaan alat. Pada 15-16 September 2026 di kelas VII E dan VII F dilaksanakan praktikum pada materi zat dan perubahannya, yaitu pembuatan es krim putar, menggunakan alat dan bahan sederhana seperti kaleng, es, dan garam.
Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran, murid menunjukkan ketertarikan yang lebih besar terhadap pembelajaran IPA melalui praktikum dan mengungkapkan bahwa mereka lebih menyukai kegiatan seperti ini dibandingkan pembelajaran yang hanya dilakukan melalui penjelasan di kelas. Melalui kegiatan tersebut, murid mendapatkan kesempatan untuk belajar IPA dengan cara yang lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari. Pemanfaatan alat laboratorium dan pelaksanaan praktikum tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap SDGs nomor 4, karena memberikan kesempatan kepada murid untuk mencoba, mengamati, dan mengalami secara langsung sehingga dapat mendukung terciptanya pengalaman belajar yang lebih bermakna
Melalui pemanfaatan fasilitas laboratorium dalam pembelajaran IPA selama pelaksanaan PK UNY, mahasiswa PK Pendidikan IPA memperoleh pengalaman untuk menerapkan pembelajaran IPA secara langsung di sekolah sekaligus memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Bagi murid, pemanfaatan alat laboratorium menjadi kegiatan tambahan dalam mempelajari IPA melalui kegiatan pengamatan, percobaan, dan praktikum secara langsung. Sebagai tindak lanjut, SMP Negeri 2 Gamping diharapkan dapat terus mengaktifkan dan mengoptimalkan ruang laboratorium sebagai bagian dari proses pembelajaran IPA, sehingga laboratorium tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan alat, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai ruang bagi murid untuk melakukan pengamatan, percobaan, dan praktikum secara langsung sehingga fasilitas yang tersedia dapat memberikan manfaat untuk mendukung pengalaman belajar murid. (Nafil)