Yogyakarta, 4 September 2026 — Belajar kimia ternyata tidak harus selalu duduk mendengarkan penjelasan di depan kelas. Hal itu yang coba dihadirkan oleh mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) saat mengajak siswa kelas XI mempraktikkan langsung materi Kalorimetri dan Asas Black melalui percobaan sederhana di laboratorium sekolah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Praktik Kependidikan mahasiswa UNY, sekaligus menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Melalui praktikum ini, mahasiswa PK berusaha mengangkat dua nilai penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau.
Dalam praktikum tersebut, siswa diajak mencampurkan larutan HCl dan NaOH menggunakan kalorimeter sederhana berupa gelas styrofoam. Sebelum memulai percobaan, siswa lebih dulu diajak mengamati dua fenomena yang akrab dengan kehidupan sehari-hari, yaitu kompres air hangat yang terasa panas dan kantong es instan yang terasa dingin. Dari sini, siswa diajak berpikir kritis mengenai bagaimana kalor bisa berpindah dan bagaimana perpindahan itu bisa diukur secara ilmiah.
Siswa kemudian mengukur suhu awal larutan, mencampurkannya di dalam kalorimeter, lalu mencatat suhu akhir yang terbentuk. Data tersebut selanjutnya diolah untuk menghitung perubahan entalpi (ΔH) reaksi penetralan, sekaligus menentukan apakah reaksi yang terjadi bersifat eksoterm atau endoterm. Proses ini melatih siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami konsep secara langsung melalui pengalaman nyata.
Nilai SDG 4 tercermin dari cara praktikum ini dirancang agar siswa aktif membangun pemahamannya sendiri melalui pengamatan, diskusi, dan eksperimen kelompok, bukan sekadar menerima informasi secara satu arah. Sementara itu, nilai SDG 7 hadir melalui pemahaman siswa mengenai konsep energi kalor, perpindahan energi, serta pentingnya efisiensi dan pengelolaan energi yang bijak, termasuk kaitannya dengan reaksi kimia yang banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada kompres hangat maupun kantong es instan.
Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias saat suhu larutan yang mereka campurkan benar-benar berubah sesuai prediksi teori. Momen tersebut membuat konsep abstrak seperti kalor dan entalpi menjadi lebih mudah dipahami karena siswa dapat merasakan dan membuktikannya sendiri.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PK UNY berharap siswa dapat memahami bahwa ilmu kimia bukan hanya sekumpulan rumus di atas kertas, melainkan juga hadir dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Selain memperkuat pemahaman konsep, praktikum ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya penggunaan energi secara bijak, sekaligus menjadi salah satu langkah kecil dalam mendukung pembelajaran yang berkualitas dan berkelanjutan di sekolah. (Angela)
Dukung SDGs 4 dan 7, Mahasiswa PK UNY Ajak Siswa Praktik Kalorimetri dan Asas Black
Berita Lain
Post date:
Post date: