Bantul, 15 September 2026 — Pembelajaran kimia tidak sekadar mempelajari rumus, konsep, dan teori, tetapi juga mengajak siswa memahami materi melalui pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan bermakna. Hal tersebut menjadi salah satu pengalaman berharga yang diperoleh mahasiswa program studi pendidikan kimia selama melaksanakan Praktik Kependidikan (PK) di MAN 3 Bantul. Berlokasi di Jalan Imogiri Timur Km 10, Wonokromo, Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapat kesempatan untuk terlibat dalam pembelajaran Kimia bersama siswa kelas XI B dan C dengan menerapkan berbagai strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik materi dan kebutuhan siswa.
Salah satu materi yang diajarkan dalam kegiatan tersebut adalah ikatan kimia. Materi ini tidak hanya disampaikan melalui penjelasan konsep, tetapi juga diarahkan agar siswa dapat memahami bagaimana atom berinteraksi dan membentuk ikatan melalui proses pembelajaran yang lebih aktif. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan mengajar sekaligus menciptakan suasana pembelajaran kimia yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Sebelum memasuki materi ikatan kimia, siswa telah mempelajari sejumlah konsep dasar yang menjadi landasan untuk memahami materi selanjutnya. Selama proses pembelajaran berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang cukup baik. Mereka mengikuti penjelasan dengan penuh perhatian dan berpartisipasi secara tertib dalam kegiatan pembelajaran. Antusiasme tersebut semakin terlihat ketika beberapa siswa mulai menyampaikan pertanyaan terkait konsep yang sedang dipelajari. Keberanian untuk bertanya menjadi salah satu bentuk rasa ingin tahu siswa sekaligus menunjukkan adanya upaya untuk memahami materi secara lebih mendalam.
Bagi mahasiswa praktikan, keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran menjadi pengalaman yang bermakna. Interaksi yang terjadi membuat proses pembelajaran tidak hanya berlangsung dari guru kepada siswa, tetapi berkembang menjadi komunikasi dua arah. Siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan rasa ingin tahu dan membangun pemahamannya melalui proses bertanya dan berdiskusi. Pelaksanaan Praktik Kependidikan di MAN 3 Bantul juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu tujuan yang paling relevan adalah SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang diwujudkan melalui upaya menciptakan proses pembelajaran yang bermakna, interaktif, dan mendorong keterlibatan siswa. Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, terutama melalui penerapan inovasi dalam pembelajaran serta pemanfaatan perkembangan ilmu pengetahuan untuk mendukung proses pendidikan. Selain itu, pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk berpartisipasi dapat mendukung SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan. Setiap siswa memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti pembelajaran, mengemukakan pertanyaan, dan mengembangkan pemahamannya. Sementara itu, keterlibatan mahasiswa perguruan tinggi dalam proses pembelajaran di madrasah turut mencerminkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui terjalinnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Bagi mahasiswa Pendidikan Kimia, Praktik Kependidikan tidak hanya menjadi sarana untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk belajar memahami karakter peserta didik, membangun komunikasi yang baik di kelas, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna. Pengalaman mengajarkan materi ikatan kimia memberikan pemahaman bahwa pendidikan berkelanjutan dapat dibangun melalui langkah-langkah sederhana. Ketika siswa menunjukkan antusiasme, berani mengajukan pertanyaan, dan berusaha memahami materi, pada saat itulah proses pembelajaran yang berkualitas mulai terbentuk. (Maya)
Chemistry for Sustainable Learning: Belajar Ikatan Kimia untuk Pendidikan Berkualitas
Berita Lain
Post date:
Post date: