SLEMAN, Kegiatan kokurikuler ecoprint dengan teknik pounding (pukul) dilaksanakan di SMP Negeri 3 Tempel sebagai inovasi pembelajaran kontekstual bagi murid kelas 8. Kegiatan ini mengintegrasikan seni kriya dengan eksplorasi bahan alam dengan konsep geometri transformasi, khususnya materi refleksi (pencerminan). Melalui pendekatan ini, murid tidak hanya mengeksplorasi kreativitas, tetapi juga memvisualisasikan teori matematika abstrak ke dalam produk nyata berupa seni kriya.
Pelaksanaan kegiatan dirancang secara sistematis dengan memanfaatkan daun dan bunga sebagai objek geometri yang diletakkan di atas selembar kain. Objek seperti bunga atau daun ditata pada satu sisi kain, kemudian ditutup oleh sisi kain pasangannya. Murid melakukan teknik memukul (pounding) secara merata agar pigmen warna daun/bunga berpindah ke kain. Ketika kain dibuka, terbentuklah objek pada sisi lipatan yang lain. Hasil cetakan ini memenuhi sifat refleksi matematis, jarak antar objek sama, menghasilkan bentuk dan ukuran yang kongruen.
"Melalui kegiatan ecoprint pounding ini, murid dapat melihat langsung bahwa matematika ada dalam kehidupan sehari - hari. Konsep nyata yang ada di sekitar kita, salah satunya tercermin dari simetri daun/bunga yang dihasilkan dari teknik pounding," ujar Zulfa Aulia Qurratu'ain, mahasiswa PK Pendidikan Matematika di SMP Negeri 3 Tempel.
Kegiatan kokurikuler ini memberikan kontribusi secara tidak langsung bagi murid kelas 8 SMP Negeri 3 Tempel, metode ini berguna meningkatkan pemahaman konseptual matematika secara visual sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas melalui penguatan numerasi berbasis kearifan lokal. Sementara bagi mahasiswa PK, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam pembelajaran inovatif yang interaktif dan bermakna di luar kelas formal.
Ecoprint Pounding: Mengenal Alam dan Konsep Pencerminan di SMP Negeri 3 Tempel
Berita Lain
Post date:
Post date: