Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam mendorong modernisasi pendidikan dan aksi ramah lingkungan, ratusan siswa SMA Negeri 1 Kasihan, Bantul melaksanakan Asesmen Tengah Semester (ATS) berbasis paperless menggunakan aplikasi EXOCBT. Asesmen Tengah Semester (ATS) ini berlangsung sejak Senin, 7 September 2026 hingga Rabu, 16 September 2026. Pelaksanaan ujian digital ini memanfaatkan gawai atau laptop yang terhubung ke server sekolah. Aplikasi EXOCBT dirancang dengan sistem keamanan terpadu serta pengolahan nilai otomatis yang akurat dan serba cepat bagi para guru.
Dari sudut pandang kelestarian lingkungan, pengalihan sistem ujian konvensional ke paperless membawa dampak yang signifikan. Dalam satu periode ATS saja, sekolah berhasil memangkas penggunaan ribuan lembar kertas soal dan lembar jawab ujian. Pengurangan konsumsi kertas ini secara langsung menekan volume limbah serta membantu menjaga kelestarian pohon. Langkah ini sejalan dengan komitmen SMA Negeri 1 Kasihan sebagai Sekolah Adiwiyata yang secara konsisten mengintegrasikan budaya berwawasan lingkungan ke dalam seluruh aktivitas dan tata kelola pembelajaran.
Guru Biologi yang juga menjadi Ketua Tim Adiwiyata SMA Negeri 1 Kasihan, Eni Zakhanah, S. Si., menegaskan bahwa penerapan sistem ujian paperless ini sudah dijalankan selama beberapa tahun untuk memanfaatkan kemajuan teknologi, menghemat tenaga, serta meminimalisir penggunaan kertas di lingkungan sekolah. Sistem ini terbukti sangat efektif karena dapat memberi nilai secara otomatis sehingga mampu meringankan beban kerja guru. Sebagai Ketua Tim Adiwiyata, adanya sistem ini sangat mendukung keberlanjutan program ini sebab penghematan kertas memberikan kontribusi langsung pada pelestarian tanaman dan kelestarian lingkungan.
Dari sudut pandang pengguna, pelaksanaan ujian digital ini memberikan pengalaman baru yang lebih terstruktur bagi para siswa. Meski peralihan dari media kertas ke ujian digital butuh adaptasi kebiasaan dan kesiapan perangkat, para siswa menilai sistem ini membuat pelaksanaan ujian lebih praktis.
“Pengalaman pakai EXOCBT kadang masih ada kendala teknis, kayak token ujian yang sempat enggak bisa diakses. Tapi plusnya, ujian jadi lebih sistematis karena alokasi waktunya jelas dan enggak molor-molor. Dari POV guru juga pasti enggak ribet buat nyocokin nilai. Menurutku sistem ini sebenarnya efektif banget kalau bisa digunakan dengan baik,” ujar Quinnsa, salah satu siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kasihan.
Pemanfaatan sistem EXOCBT ini sekaligus mempertegas penerapan inovasi teknologi dan kesiapan infrastruktur digital sekolah dalam mendukung Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pihak sekolah pun terus melakukan evaluasi dan optimasi jaringan server agar pelaksanaan ujian di masa mendatang berjalan makin stabil. Dengan mengombinasikan infrastruktur digital yang terus dibenahi dan sistem penilaian yang transparan, sekolah berhasil menciptakan ekosistem evaluasi belajar yang berkualitas tinggi.
Melalui pelaksanaan ATS secara paperless ini, SMA Negeri 1 Kasihan membuktikan bahwa empat pilar SDGs—pendidikan berkualitas, inovasi teknologi, konsumsi bertanggung jawab, dan aksi iklim—dapat berjalan beriringan. Lebih lanjut, sekolah berkomitmen untuk terus memperluas digitalisasi ramah lingkungan pada seluruh kegiatan akademik demi mewujudkan ekosistem smart green school yang berkelanjutan.