Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) KSI Mist FMIPA UNY resmi memulai rangkaian SEGARA Karya melalui kegiatan Inkubasi Pelatihan Pengolahan Produk yang diselenggarakan di Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Sabtu (18/7). Kegiatan ini menjadi langkah awal pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan diversifikasi produk olahan ikan yang bernilai tambah, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Kegiatan dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UNY Prof. Dr. Iis Prasetyo, M.M., SA Bidang Minat Khusus Dr. Ridho Gata Wijaya, M.Or., dosen pendamping Dr. Winarto, M.Pd., Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum Kalurahan Sidoagung, Waris yang mewakili Lurah Sidoagung, serta perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kalurahan Sidoagung. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, sambutan, penyerahan simbolis logo SEGARA, pelatihan diversifikasi produk, hingga penutupan.
Sebagai penanda dimulainya rangkaian SEGARA Karya, dilakukan penyerahan simbolis logo SEGARA dari Prof. Dr. Iis Prasetyo kepada Waris selaku perwakilan Pemerintah Kalurahan Sidoagung, kemudian diteruskan kepada perwakilan Kelompok Wanita Tani sebagai simbol sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi perikanan lokal.
Dalam sambutannya, Waris menyampaikan apresiasi atas inisiasi Tim PPK Ormawa KSI Mist FMIPA UNY yang menghadirkan program pemberdayaan berbasis potensi lokal di Kalurahan Sidoagung. Menurutnya, Pemerintah Kalurahan Sidoagung menyambut dan mendukung sepenuhnya pelaksanaan SEGARA Karya serta berharap program tersebut mampu menjadi awal dari berbagai gerakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk olahan ikan, tetapi juga mampu melahirkan produk yang memiliki nilai jual, diterima oleh pasar, serta memiliki daya saing. Melalui pengolahan hasil perikanan, masyarakat diharapkan memperoleh nilai tambah dibandingkan menjual ikan dalam bentuk segar sehingga dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha sekaligus mendorong peningkatan angka konsumsi ikan di Kalurahan Sidoagung. Waris juga berharap manfaat program ini tidak hanya dirasakan secara personal oleh peserta, tetapi mampu memperkuat kelompok masyarakat sehingga semangat pemberdayaan melalui SEGARA Karya terus bergerak dan berkembang dalam jangka panjang.
Sementara itu, Prof. Dr. Iis Prasetyo menyampaikan bahwa diversifikasi produk olahan ikan memiliki peluang pasar yang menjanjikan, terutama bagi anak-anak dan remaja yang saat ini menyukai produk pangan praktis dan inovatif. Menurutnya, Kelompok Wanita Tani merupakan sasaran yang tepat dalam pengembangan usaha berbasis olahan pangan karena memiliki semangat kolaborasi yang tinggi dalam menjalankan kegiatan bersama.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh peningkatan keterampilan mengolah produk, tetapi juga oleh kemampuan mengidentifikasi dan menyelesaikan akar permasalahan yang dihadapi pelaku usaha. Oleh karena itu, pendampingan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengembangan produk, pengemasan, pemasaran, hingga penguatan usaha agar produk yang dihasilkan mampu berkembang dan memiliki daya saing. Ia berharap rangkaian kegiatan SEGARA Karya dapat berjalan dengan baik serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Pada sesi perdana Inkubasi Pelatihan Pengolahan Produk, peserta mengikuti praktik pembuatan dimsum ikan lele dan galantin ikan nila sebagai produk olahan bernilai tambah. Kegiatan ini merupakan awal dari rangkaian inkubasi yang akan dilaksanakan dalam lima kali pelatihan. Selanjutnya, peserta akan mendapatkan pendampingan pembuatan kerupuk ikan bawal, ikan marinasi berbahan lele dan nila, serta kecap ikan bawal sebagai upaya memperluas diversifikasi produk berbasis potensi perikanan lokal.
Selain pelatihan pengolahan produk, rangkaian SEGARA Karya juga akan diperkuat melalui edukasi mengenai standardisasi, higienitas, dan sanitasi produksi pangan bersama Dinas Kesehatan, pelatihan peningkatan kompetensi bersama Balai Latihan Kerja (BLK), serta penguatan kewirausahaan dan pemasaran oleh Dinas Koperasi dan UMKM. Rangkaian pendampingan tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga mampu mengembangkan usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Kehadiran jajaran Universitas Negeri Yogyakarta dalam pembukaan rangkaian SEGARA Karya menjadi wujud komitmen UNY dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, UNY berharap inovasi produk olahan ikan yang dikembangkan bersama masyarakat Kalurahan Sidoagung dapat meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan, memperkuat ekonomi keluarga, serta mendukung pengembangan potensi perikanan lokal secara berkelanjutan. (galuh/witono)