ahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta menjalankan program audit dan inventarisasi aset padukuhan berbasis peta digital dan kode QR di Padukuhan Cageran, Kalurahan Tamanmartani, Kabupaten Sleman, DIY. Program ini mengatasi permasalahan pendataan aset padukuhan yang selama ini masih dikelola secara manual dan rawan tidak terupdate. Sistem digital yang dihadirkan membuat data lebih rapi dan mudah diakses oleh pengurus setempat.
Kegiatan ini merupakan pembuatan sistem inventarisasi aset berbasis peta digital dan kode QR. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNY, yang bekerja sama dengan Bapak Dukuh, pengurus RT, RW, dan organisasi kemasyarakatan yang ada di Padukuhan Cageran. Pendataan berlangsung dari tanggal 24 Agustus – 1 September 2026, dengan proses penyerahan akhir pada tanggal 16 dan 17 September 2026 bertempat di Padukuhan Cageran, Kalurahan Tamanmartani, Kabupaten Sleman, DIY. Program ini digagas untuk mengatasi minimnya transparansi dan pembaruan data aset padukuhan. Seluruh aset yang dimiliki setiap RT, RW, dan organisasi kemasyarakatan didata, lalu data yang didapat dimasukkan ke dalam Spreadsheet. Lokasi tempat penyimpanan aset divisualisasikan ke peta padukuhan menggunakan aplikasi QGIS, serta tiap titik ditautkan dengan kode QR yang terhubung ke Spreadsheet berisi data lengkap aset.
Program ini melibatkan 8 RT, 2 RW, serta organisasi kemasyarakatan seperti Organisasi Pemuda Cageran (OPC), Ikatan Muda-Mudi Cageran (IMC), PKK, dan posyandu. Saat penyerahan peta, pengurus masing-masing RT, RW, dan organisasi kemasyarakatan diberikan akses edit Spreadsheet agar data aset dapat terus diperbaiki secara mandiri. Program ini relevan dengan SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, karena mendorong tata kelola dusun yang lebih transparan dan akuntabel melalui digitalisasi data aset. Program ini juga bersinggungan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, mengingat keberhasilannya bergantung pada kolaborasi aktif antara mahasiswa, perangkat padukuhan, dan pengurus organisasi kemasyarakatan setempat.
Ketua Kelompok KKN UNY di Padukuhan Cageran, Roy Wira, menyampaikan harapannya terhadap program ini. "Dengan adanya pendataan inventaris di organisasi kemasyarakatan di Cageran ini, harapannya dapat bermanfaat untuk memudahkan warga memperbarui data inventaris, transparansi inventaris, dan memudahkan penyewa alat yang ingin melihat kuantitas barang yang dimiliki oleh masing-masing pengurus," ujarnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNY berharap sistem inventarisasi aset digital yang dibangun dapat terus dimanfaatkan oleh pengurus Padukuhan Cageran secara berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh penerapan teknologi sederhana untuk mendukung tata kelola padukuhan yang lebih baik. (Alfi)