Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pembelajaran Kimia kepada peserta didik kelas X di MAN 2 Bantul melalui praktikum mengenai ciri-ciri reaksi kimia. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada 20 Agustus 2026 di Laboratorium Kimia MAN 2 Bantul sebagai bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan. Kegiatan ini menyasar peserta didik kelas X dengan tujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung dalam mengenali ciri-ciri terjadinya reaksi kimia melalui berbagai percobaan sederhana. Kegiatan praktikum memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penerapan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Selain itu, penggunaan bahan sederhana dalam kegiatan pembelajaran dapat dikaitkan dengan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengenalan pemanfaatan bahan secara bijak dalam kegiatan pembelajaran.
Kegiatan praktikum diawali dengan peserta didik mempersiapkan alat dan bahan yang telah disediakan, kemudian melakukan beberapa percobaan secara berkelompok. Pada percobaan pertama, peserta didik mereaksikan larutan bunga telang dengan cuka untuk mengamati perubahan warna yang terjadi. Percobaan kedua dilakukan dengan mencampurkan susu dan cuka untuk mengamati terbentuknya endapan. Selanjutnya, peserta didik mencampurkan soda kue dan cuka untuk mengamati perubahan suhu yang terjadi selama reaksi. Pada percobaan tersebut, balon dipasang pada wadah reaksi untuk membantu mengamati terbentuknya gas melalui balon yang mengembang. Peserta didik kemudian mencatat hasil pengamatan dan mengidentifikasi perubahan yang terjadi pada masing-masing percobaan. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diarahkan untuk menghubungkan hasil pengamatan dengan konsep mengenai ciri-ciri reaksi kimia yang telah dipelajari.
Melalui kegiatan praktikum, peserta didik memperoleh pengalaman dalam mengamati secara langsung berbagai fenomena yang menunjukkan terjadinya reaksi kimia. Hasil pengamatan menunjukkan beberapa ciri reaksi kimia, seperti perubahan warna, terbentuknya endapan, perubahan suhu, dan terbentuknya gas. Kegiatan praktikum juga membantu peserta didik menghubungkan konsep yang dipelajari di kelas dengan fenomena yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain meningkatkan pemahaman konsep, kegiatan secara berkelompok memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sama, melakukan pengamatan, mencatat hasil, serta menyampaikan hasil pengamatannya. Penggunaan bahan-bahan sederhana dalam praktikum juga menjadi alternatif pembelajaran yang mudah diterapkan dan mengenalkan peserta didik pada pemanfaatan bahan secara lebih bijak. Dengan demikian, kegiatan ini mendukung SDGs 4 melalui pembelajaran yang aktif dan bermakna serta memiliki keterkaitan dengan SDGs 12 melalui penggunaan bahan sederhana dalam kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran melalui praktikum diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai ciri-ciri reaksi kimia, tetapi juga mendorong peserta didik untuk lebih peka terhadap berbagai perubahan dan fenomena kimia yang terjadi di lingkungan sekitar. Pengalaman melakukan pengamatan secara langsung diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan peserta didik terhadap pembelajaran Kimia sekaligus membantu mereka memahami keterkaitan ilmu Kimia dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan praktikum berbasis bahan sederhana diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan memperhatikan aspek keberlanjutan. Dengan demikian, pembelajaran Kimia tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna serta mendukung penerapan nilai-nilai SDGs di lingkungan pendidikan. (Fathonah)
Praktikum Reaksi Kimia Berbasis Bahan Sederhana Dukung SDGs 4 dan SDGs 12 di MAN 2 Bantul
Berita Lain
Post date:
Post date: