Skip to main content

   Indonesia   |    English

CAPTCHA
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.
Silakan masukkan jawaban pada kotak yang telah disediakan
  • Reset your password
Home

Main navigation

  • BERANDA
  • PROFIL FMIPA
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Pimpinan dan Tupoksi
    • Laporan Dekan
    • Struktur Organisasi
    • Renstra
  • DEPARTEMEN
    • Pendidikan Matematika
      • Prodi Sarjana Matematika
      • Prodi Sarjana Pendidikan Matematika
      • Prodi Sarjana Statistika
      • Program Magister Pendidikan Matematika
      • Program Doktor Pendidikan Matematika
    • Pendidikan Fisika
      • Prodi Sarjana Fisika
      • Prodi Sarjana Pendidikan Fisika
      • Program Magister Pendidikan Fisika
    • Pendidikan Kimia
      • Prodi Sarjana Kimia
      • Prodi Sarjana Pendidikan Kimia
      • Programi Magister Pendidikan Kimia
      • Program Doktor Pendidikan Kimia
    • Pendidikan Biologi
      • Prodi Sarjana Biologi
      • Prodi Sarjana Pendidikan Biologi
      • Program Magister Pendidikan Biologi
    • Pendidikan IPA
      • Prodi Sarjana Pendidikan IPA
      • Program Magister Pendidikan Sains
      • Program Doktor Pendidikan IPA
  • KERJASAMA
  • JURNAL
  • PENJAMINAN MUTU
  • PPID
    • Profil PPID FMIPA
    • Struktur PPID FMIPA
    • Formulir Permohonan Informasi
    • Informasi Tersedia Setiap Saat
    • Daftar Informasi Publik
    • Informasi Wajib Berkala
  • PERMOHONAN INFORMASI
  • SOP
  • ZI dan WBK
  • USAHA FMIPA
  • FASILITAS
  • LAYANAN

Breadcrumb

  • Home
  • Peran Kimia dalam Sains Kesehatan dan Tantangan Global SDGs

Peran Kimia dalam Sains Kesehatan dan Tantangan Global SDGs

By admin-fmipa | 9:42 AM WIB, Wed August 26, 2026

Sains kimia memegang peranan vital yang kerap tak disadari publik, mulai dari pengembangan obat-obatan medis hingga penyelesaian tantangan global. Peran mendasar kimiawan dan evaluasi kritis terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi sorotan utama dalam upaya menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
Masyarakat umum sering mengasosiasikan inovasi medis dengan dokter atau ahli bedah. Padahal, dokter hanya terlibat pada tahap akhir uji klinis. Proses penemuan obat baru sepenuhnya diampu oleh para ahli kimia.
Hal tersebut dikemukakan oleh Prof. Mauro Mocerino dari Curtin University Australia pada kuliah umum mahasiswa Departemen Pendidikan Kimia FMIPA UNY, yang dilaksanakan Senin, 24/8/26 di Ballroom Gedung Magister dan Doktor. Sebelumnya dilaksanakan penandatanganan naskah kerjasama antara FMIPA UNY dengan pihak Curtin University.
Lebih lanjut  Prof. Mauro menjelaskan, pengembangan riset ini memerlukan komitmen waktu 3 hingga 5 tahun dan dana miliaran dolar. Untuk menemukan satu senyawa penuntun (lead compound), ahli kimia rata-rata harus membuat dan menguji lebih dari 1.000 senyawa. Langkah ini krusial untuk memastikan obat efektif menyembuhkan penyakit, aman bagi orang sehat, dan bebas dari racun.
Selain sektor kesehatan, kimia berkaitan erat dengan keberlanjutan bumi. PBB mengartikan pembangunan berkelanjutan sebagai pemenuhan kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang. Untuk merealisasikannya, PBB menetapkan 17 tujuan (SDGs) dengan 169 target terukur.
“Namun, laporan perkembangan menunjukkan fakta memprihatinkan, hanya 18% target yang berjalan sesuai jalur (on track) dan 17% mengalami kemajuan sedang. Total 35% kemajuan ini tergolong rendah. Selain itu sebanyak 35% target lainnya justru mengalami kemunduran atau terhenti sama sekali. SDGs berlaku untuk seluruh dunia, termasuk negara maju seperti Australia dan AS yang masih menghadapi isu ketimpangan sosial serta kesehatan masyarakat adat”, katanya.
Kondisi krisis terlihat nyata pada sektor air dan pangan. Sebanyak 26% populasi dunia (sekitar 2 miliar orang) belum memiliki akses air minum aman, dan hanya 58% yang menikmati fasilitas sanitasi layak. Di sisi lain, 13% pangan hilang dirantai pasokan dan 20% terbuang setelah dibeli konsumen.
Guna mengatasi ancaman krisis tersebut, disiplin ilmu kimia merilis pedoman etis baru. Fokus utama kimia kini bergeser dari sekadar "apa yang dapat dilakukan ilmu kimia" menjadi "apa yang seharusnya dilakukan oleh para kimiawan".
Dijelaskan, para ilmuwan didorong menerapkan inovasi yang bertanggung jawab melalui analisis siklus hidup produk, penggunaan bahan non-toksik, proses kerja inklusif tanpa eksploitasi, serta pelaporan data yang akurat. Prinsip kimia hijau ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mendorong pemenuhan target SDGs sebelum tenggat waktu 2030. (witono)

 

KULIAH UMUM
SDGs #2 Nol Kelaparan
SDGs #3 Kesehatan
SDGS #6 Air Bersih dan Sanitasi
SDGs #10 Berkurangnya Kesenjangan
SDGs #12 Limbah

Berita Lain

Post date: Fri, 09/04/2026 - 11:50
Peserta Inkubasi SEGARA Karya Resmi Lulus, Siap Lanjutkan Pengembangan Produk di Kalurahan Sidoagung
Post date: Fri, 09/04/2026 - 10:04
Satu Langkah Kecil untuk Bumi: Gerakan Stop Engine di SMA Negeri 1 Cangkringan
Post date: Thu, 09/03/2026 - 14:14
Tantangan dan Peluang Pendidikan Matematika di Daerah Perbatasan: Universitas Borneo Tarakan Lakukan Studi Banding di FMIPA UNY
Post date: Thu, 09/03/2026 - 13:54
Kenali Status Konservasi Keanekaragaman Hayati Lewat IUCN Red List, Mahasiswa UNY Ajak Siswa SMA N 1 Cangkringan Berkreasi dengan Infografis
Post date: Thu, 09/03/2026 - 13:46
Perkuat Jejaring Global, FMIPA UNY Sambut Diaspora UK Lewat Program Diaspora Berdampak
Post date: Thu, 09/03/2026 - 12:48
Pembelajaran Katabolisme Melalui Proyek Pembuatan Yogurt Bersama Murid SMA GAMA Yogyakarta
Post date: Wed, 09/02/2026 - 16:11
Kobarkan Semangat Kemerdekaan, Mahasiswa PK UNY Asah Pengetahuan dan Kepercayaan Diri Siswa melalui LCC di SMPN 3 Pakem
Post date: Wed, 09/02/2026 - 16:00
Eksplorasi Termokimia Berbasis SDGs: Dari Reaksi Eksoterm dan Endoterm menuju Kehidupan Sehat dan Berkelanjutan
Post date: Wed, 09/02/2026 - 15:50
Pembelajaran Jaringan Tubuh Manusia Berbasis Problem Based Learning (PBL) Dukung SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera Bersama Murid SMA Negeri 1 Sleman
Post date: Wed, 09/02/2026 - 13:47
Fotosintesis Tanpa Laboratorium: Botol Plastik Naik Kelas Jadi Alat Lab di SMA Negeri 2 Yogyakarta

Pagination

  • Page 1
  • Next page next ›

Fakultas di UNY

  • Fakultas Ilmu Pendidikan
  • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
  • Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  • Fakultas Teknik
  • Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  • Fakultas Vokasi
  • Fakultas Kedokteran
  • Fakultas Psikologi
  • Fakultas Hukum
  • Sekolah Pascasarjana

Organisasi Mahasiswa

  • Dewan Pertimbangan Mahasiswa
  • Badan Eksekutif Mahasiswa
  • Himpunan Mahasiswa Matematika
  • Himpunan Mahasiswa Fisika
  • Himpunan Mahasiswa Kimia
  • Himpunan Mahasiswa Biologi
  • Himpunan Mahasiswa IPA
  • HANCALA (Pecinta Alam)
  • Haska (Kerohanian Islam)
  • SEKRUP (Teater, Seni)
  • KSI MIST (Penelitian)
  • BIONIC (UKM Pengamat Burung)
  • MIPA Creativepreneur Club

Kepala Bagian Tata Usaha, Sekretaris Tata Usaha, dan UUIK

  • Kepala Layanan Administrasi
  • Sekretaris Layanan Administrasi
  • Unit Urusan Internasional dan Kemitraan

Kontak Kami

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Jl.Colombo No. 1, Kampus  Karangmalang Yogyakarta 55281,

Telp. 0274-565411

Telp/Fax. 0274-548203

WA Uji Lab :  0882021417778

WA: 081904150765

Website: https://fmipa.uny.ac.id

Email: humas_fmipa@ uny.ac.id

Youtube: fmipaunyofficial

Instagram: fmipa_unyofficial
 

Maps: FMIPA

 

Copyright © 2026

Developed & Designed by Tim Website UNY