Pembelajaran Kimia pada materi bentuk molekul dilaksanakan melalui praktikum sederhana pembuatan molymod di SMA Negeri 1 Turi pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dan diterapkan dalam pembelajaran kelas XI A dan XI B, dengan jumlah 36 murid pada masing-masing kelas. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Praktik Kependidikan UNY 2026 yaitu Linda Desi Nirmalasari, dibawah bimbingan guru pamong Ibu Sri Winarti S.Pd., M.Pd. Praktikum ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang konkret kepada murid dalam memahami konsep bentuk molekul yang bersifat abstrak. Pelaksanaan kegiatan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education, khususnya dalam penerapan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berorientasi pada keterlibatan murid.
Praktikum dilaksanakan menggunakan Lembar Kerja Murid (LKM) Bentuk Molekul dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Murid bekerja secara berkelompok untuk mengidentifikasi atom pusat, menentukan struktur Lewis, menentukan jumlah pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron bebas (PEB), serta memprediksi bentuk molekul berdasarkan teori domain elektron atau VSEPR. Setelah itu, murid membuat model molekul tiga dimensi atau molymod menggunakan plastisin dan tusuk gigi. Molekul yang dipelajari dalam kegiatan tersebut meliputi CO₂, BF₃, CH₄, NH₃, dan H₂O. Melalui tahapan tersebut, murid diarahkan untuk menghubungkan jumlah domain elektron dan pasangan elektron di sekitar atom pusat dengan bentuk molekul yang dihasilkan.
Pembuatan molymod memberikan kesempatan kepada murid untuk memvisualisasikan bentuk molekul dalam bentuk tiga dimensi sehingga konsep yang sebelumnya sulit dibayangkan dapat dipahami secara lebih konkret. Selain memperkuat pemahaman mengenai hubungan antara struktur Lewis, PEI, PEB, dan bentuk molekul, kegiatan ini mendorong murid untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Aktivitas bekerja secara berkelompok juga memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kemampuan berdiskusi, bekerja sama, berpikir sistematis, dan menyampaikan hasil pengamatan. Dengan demikian, kegiatan tersebut memberikan kontribusi terhadap SDGs 4 melalui pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan keterampilan murid.
Melalui praktikum sederhana pembuatan molymod, diharapkan murid memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna dalam memahami bentuk molekul. Penggunaan media konkret dapat menjadi salah satu alternatif dalam membantu murid menghubungkan konsep Kimia yang bersifat abstrak dengan representasi tiga dimensi yang dapat diamati secara langsung. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong pengembangan pembelajaran Kimia yang lebih aktif, kontekstual, dan melibatkan murid dalam proses menemukan serta membangun pemahamannya sendiri (Linda).
Penguatan Pemahaman Konsep Bentuk Molekul melalui Pembuatan Molymod Sederhana di SMA Negeri 1 Turi
Berita Lain
Post date:
Post date: