Playen, Gunungkidul – Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut mengimplementasikan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui kegiatan pembelajaran kimia di SMA Negeri 2 Playen, Gunungkidul, pada Rabu (09/09/2026). Kegiatan ini melibatkan 31 siswa kelas XII dengan menghadirkan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa UNY tidak hanya berperan dalam menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan kimia.
Kegiatan pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan pemecahan masalah siswa pada materi reaksi reduksi dan oksidasi (redoks). Untuk mencapai tujuan tersebut, mahasiswa UNY menerapkan metode Direct Instruction yang dipadukan dengan pendekatan Deep Learning. Pembelajaran difokuskan pada kemampuan siswa dalam menyetarakan persamaan reaksi redoks menggunakan metode bilangan oksidasi (biloks). Peserta didik tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai langkah-langkah penyelesaian, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mendiskusikan dan menyelesaikan permasalahan secara langsung. Dalam prosesnya, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang memberikan penjelasan, arahan, serta pendampingan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Penerapan pembelajaran tersebut mendorong peserta didik untuk lebih aktif selama proses belajar. Hal ini terlihat dari antusiasme siswa dalam mengikuti penjelasan, berdiskusi, dan menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Aktivitas pembelajaran juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan berbagai keterampilan, seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Dengan keterlibatan tersebut, pembelajaran kimia tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan keterampilan yang dibutuhkan peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan pembelajaran dan kehidupan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa UNY dalam mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Implementasi SDGs ke-4 tidak hanya diwujudkan melalui penyampaian pengetahuan, tetapi juga melalui penciptaan lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk aktif, berpikir, berkomunikasi, dan bekerja sama. Ke depan, praktik pembelajaran seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas, relevan, dan bermakna bagi generasi muda. (Gerald)