Wates - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Retno Haryati melaksanakan kegiatan mengajar pada mata pelajaran kimia sebagai bagian dari program Praktik Kependidikan di SMA Negeri 2 Wates. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 6 Agustus 2026 dan menyasar murid kelas XE dengan materi perkembangan model atom melalui penerapan model Learning Cycle 5E. Kegiatan ini memanfaatkan teknologi dan media pembelajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dengan berbagai aktivitas belajar. Pelaksanaan kegiatan ini dapat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Quality Education dengan meningkatkan pengalaman belajar murid.
Kegiatan pembelajaran bertujuan memfasilitasi murid dalam memahami perkembangan model atom yang bersifat abstrak dengan menghubungkan konsep, tokoh, dan representasi model atom. Pembelajaran dilaksanakan menggunakan model Learning Cycle 5E dengan memanfaatkan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai media utama. Pada tahap explore, murid memanfaatkan virtual laboratory melalui website Z Period dan simulasi PhET untuk mengamati perkembangan pemodelan atom. Murid secara berkelompok menyusun model atom dan mengidentifikasi tokohnya menggunakan media 3D, kemudian menjodohkan tokoh, teori, dan model atom melalui PID. Hasil kegiatan didiskusikan melalui lembar kerja murid dan diakhiri dengan evaluasi berbasis game digital menggunakan ZEP QUIZ. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia UNY sebagai fasilitator pembelajaran dengan dukungan guru pamong mata pelajaran kimia serta 36 murid kelas XE sebagai peserta kegiatan.
Integrasi teknologi melalui Papan Interaktif Digital (PID) dan media 3D memberikan pengalaman belajar yang interaktif dalam memahami perkembangan model atom. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif murid dalam menyusun model 3D, memasangkan tokoh, teori, dan model atom melalui PID, serta berdiskusi untuk menjelaskan hasil eksplorasi. Aktivitas ini turut mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian murid. Selanjutnya, evaluasi berbasis game melalui ZEP QUIZ dilakukan untuk menguji pemahaman murid terhadap materi yang dipelajari. Bagi mahasiswa, kegiatan ini memberikan pengalaman dalam merancang dan menerapkan pembelajaran berbasis teknologi untuk menjelaskan konsep kimia yang abstrak. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendukung pencapaian SDGs ke-4 melalui pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan mendorong partisipasi murid dalam pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan pembelajaran kimia yang interaktif. Media pembelajaran berbasis virtual laboratory, media 3D, dan evaluasi digital dapat diintegrasikan dalam pembelajaran dengan menyesuaikan karakteristik materi dan kebutuhan murid. Pengalaman ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk mengembangkan maupun memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Tindak lanjut kegiatan dapat dilakukan melalui pelatihan bagi guru untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran kimia. Inovasi pembelajaran berbasis teknologi diharapkan dapat diimplementasikan pada materi kimia lainnya untuk menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas sebagai upaya mendukung pencapaian SDGs ke-4, yaitu Quality Education.
Menjelajah yang Tak Terlihat: Eksplorasi Materi Struktur Atom melalui Pembelajaran Kimia Berbasis Teknologi di SMAN 2 Wates
Berita Lain
Post date:
Post date: