Pembelajaran Biologi pada materi transpor membran dilaksanakan melalui kegiatan praktikum di SMA Negeri 1 Turi pada Rabu, 5 Agustus 2026, sebagai bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas XI yang berjumlah 36 peserta didik. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep difusi dan osmosis secara teori, tetapi juga melakukan pengamatan langsung terhadap kedua fenomena tersebut menggunakan bahan-bahan sederhana, yaitu teh celup dan kentang.
Kegiatan diawali dengan persiapan pembelajaran yang dirancang menggunakan model Inquiry Based Learning, dengan Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM) disusun mengikuti sintaks model pembelajaran tersebut. Perangkat pembelajaran yang digunakan meliputi modul ajar, LKM, PPT materi, LKS, dan buku paket, yang telah dikonsultasikan kepada guru pamong mata pelajaran Biologi, Ibu Gustina Ika Putri, S.Pd. Peserta didik selanjutnya dibagi untuk mengamati dua jenis percobaan, yaitu praktikum difusi dan praktikum osmosis, yang masing-masing dirancang untuk menggambarkan cara zat dan molekul air berpindah dalam suatu sistem.
Pada praktikum difusi, peserta didik mengamati proses penyebaran zat dari teh celup ke dalam air. Teh celup yang dimasukkan ke dalam air jernih menunjukkan perubahan warna yang menyebar secara perlahan hingga akhirnya merata di seluruh bagian air. Melalui pengamatan ini, peserta didik diajak memahami bahwa difusi merupakan perpindahan partikel dari daerah yang memiliki konsentrasi tinggi menuju daerah dengan konsentrasi lebih rendah, hingga tercapai kondisi keseimbangan. Fenomena yang tampak sederhana ini digunakan untuk menjelaskan proses yang sesungguhnya bersifat mikroskopis dan sulit diamati secara langsung tanpa bantuan medium yang konkret.
Selanjutnya, peserta didik melaksanakan praktikum osmosis menggunakan potongan kentang yang direndam pada larutan dengan konsentrasi berbeda. Setelah beberapa waktu perlakuan, peserta didik mengamati perubahan kondisi kentang, seperti tekstur maupun ukurannya, sebagai indikator terjadinya perpindahan molekul air melalui membran sel. Pengamatan ini membantu peserta didik memahami bahwa osmosis merupakan proses perpindahan air melalui membran semipermeabel, dari larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih rendah menuju larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi.
Setelah kedua praktikum selesai dilaksanakan, peserta didik melakukan diskusi kelompok untuk membandingkan hasil pengamatan, mencatat perubahan yang terjadi, serta menganalisis penyebab perbedaan hasil pada masing-masing perlakuan. Kegiatan diskusi ini melatih peserta didik untuk berpikir sistematis dalam menghubungkan data pengamatan dengan konsep yang telah dipelajari. Pada akhir kegiatan, peserta didik menyampaikan kesimpulan bahwa difusi dan osmosis merupakan dua proses transpor zat yang berbeda mekanismenya, tetapi sama-sama berperan penting dalam menjaga keseimbangan zat di dalam maupun di luar sel.
Kegiatan praktikum ini memberikan kontribusi nyata terhadap pemahaman peserta didik mengenai konsep transpor membran yang bersifat abstrak. Dengan mengamati sendiri proses penyebaran warna teh dalam air serta perubahan kondisi kentang, peserta didik dapat menghubungkan konsep ilmiah dengan fenomena yang dapat diamati secara kasatmata, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah diingat dibandingkan hanya melalui penjelasan teoretis di kelas. Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 – Quality Education, khususnya melalui penerapan pembelajaran aktif yang melibatkan peserta didik secara langsung dalam kegiatan eksperimen. Selain itu, kegiatan ini juga dapat dikaitkan dengan SDG 12 – Responsible Consumption and Production, mengingat bahan yang digunakan dalam praktikum, yaitu teh celup dan kentang, merupakan bahan sederhana dan mudah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan secara efisien tanpa memerlukan bahan maupun alat yang rumit.Melalui kegiatan Praktik Kependidikan ini, diharapkan pengalaman praktikum difusi dan osmosis dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik terhadap materi transpor membran, sekaligus menumbuhkan keterampilan proses sains, rasa ingin tahu, serta kemampuan mengaitkan konsep Biologi dengan fenomena yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. (Dita)
MEMAHAMI PROSES TRANSPOR MEMBRAN MELALUI PRAKTIKUM DIFUSI DAN OSMOSIS BERSAMA MAHASISWA PK UNY DI SMA NEGERI 1 TURI SLEMAN
Berita Lain
Post date:
Post date: