Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan Indonesia di luar negeri melalui implementasi Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Luar Negeri. Bertajuk “Pendampingan Belajar Anak: Peta Kesulitan dan Latihan Personal Berbantuan Artificial Intelligence (AI)”, kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd. (SIS) pada 20–23 Juli 2026.
Program ini merupakan kolaborasi dosen Departemen Pendidikan Fisika dan Departemen Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNY sebagai bentuk implementasi inovasi pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial untuk mendukung proses belajar siswa Indonesia yang berada di luar negeri. Melalui pendekatan ini, AI dimanfaatkan untuk membantu memetakan kesulitan belajar siswa serta menghasilkan latihan yang lebih personal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta didik.
Kegiatan implementasi program PkM ini diinisiasi oleh salah satu tim pengabdi, yakni Dr. Mona Sari, M.Sc. dalam program PkM EQUITY 2025-2026 sudah lebih dulu melaksanakan implementasi pada 20-24 Mei 2026. Implementasi lanjutan dilakukan untuk mengoptimalkan penerapan model pendampingan belajar berbantuan AI sekaligus memperkuat kolaborasi akademik antara UNY dan Sekolah Indonesia Singapura.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Dyah Kurniawati Agustika, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Program Studi S1/S2 Pendidikan Fisika selaku Ketua Tim Pengabdi, Dr. Mona Sari, S.Pd., M.Sc. dari Program Studi S1 Fisika, serta Yuli Arti, M.Pd. dari Program Studi S1 Pendidikan IPA selaku anggota pengabdi.
Selama empat hari pelaksanaan, tim melaksanakan berbagai agenda, antara lain penandatanganan naskah kerja sama antara Universitas Negeri Yogyakarta dengan Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd., pendampingan belajar siswa berbantuan AI, serta observasi kegiatan pembelajaran di kelas. Melalui observasi tersebut, tim memperoleh gambaran mengenai karakteristik pembelajaran, kebutuhan peserta didik, serta tantangan yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran di lingkungan sekolah Indonesia luar negeri.
Dalam kegiatan pendampingan, siswa dibimbing menggunakan perangkat berbasis Artificial Intelligence yang mampu mengidentifikasi pola kesulitan belajar secara lebih spesifik. Hasil pemetaan tersebut kemudian digunakan untuk menyusun latihan yang disesuaikan dengan kemampuan setiap siswa. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih adaptif, meningkatkan motivasi belajar, sekaligus membantu guru dalam memberikan layanan pembelajaran yang lebih efektif dan terdiferensiasi. Selain implementasi program pengabdian, kegiatan ini juga menghasilkan penguatan kerja sama kelembagaan melalui penandatanganan nota kerja sama antara UNY dan Sekolah Indonesia Singapura. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan berbagai aktivitas akademik di masa mendatang, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Pelaksanaan implementasi PkM UNY berlangsung bertepatan dengan kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed., beserta jajaran ke Sekolah Indonesia Singapura. Dalam kunjungannya, Menteri meninjau proses pembelajaran serta berdialog dengan pihak sekolah mengenai berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan Indonesia di luar negeri, termasuk kebutuhan tenaga pendidik dan pentingnya memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia. Momentum tersebut semakin mempertegas pentingnya sinergi antara sekolah Indonesia di luar negeri dan perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik. Selengkapnya di https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/ybDyaMvk-sekolah-indon…;
Menurut Dyah Kurniawati Agustika, S.Si., M.Sc., Ph.D , kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata UNY dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi.
"Melalui pemanfaatan Artificial Intelligence, kami ingin menghadirkan model pendampingan belajar yang lebih personal sehingga setiap siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan potensinya. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu alternatif yang mendukung guru dalam memberikan layanan pembelajaran yang lebih efektif, sekaligus memperkuat peran UNY dalam mendukung pendidikan Indonesia di luar negeri," ungkapnya.
Lebih lanjut, Dyah Kurniawati Agustika, S.Si., M.Sc., Ph.D menyampaikan bahwa implementasi program ini tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga menjadi wadah berbagi praktik baik antara perguruan tinggi dan sekolah Indonesia di luar negeri. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan model pendampingan belajar berbasis AI yang dapat direplikasi pada satuan pendidikan lain dengan karakteristik serupa.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Luar Negeri ini, UNY kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Indonesia di tingkat global. Sinergi yang terjalin dengan Sekolah Indonesia Singapura diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program kolaboratif yang mampu menghasilkan inovasi pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia di luar negeri.
FMIPA UNY Implementasikan Pendampingan Belajar Berbantuan AI di Sekolah Indonesia Singapura
Berita Lain
Post date:
Post date:
Post date:
Post date: