Klaten, Agustus 2026 — Virus tidak hanya menjadi materi yang dipelajari di dalam kelas, tetapi juga berkaitan erat dengan berbagai permasalahan kesehatan di masyarakat. Pandemi COVID-19 menjadi salah satu contoh nyata dampak infeksi virus terhadap kehidupan masyarakat. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) pada 9 April 2020, Indonesia mencatat 3.293 kasus COVID-19, dengan 280 kematian dan 252 pasien sembuh. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengetahuan mengenai karakteristik virus, penularan, serta upaya pencegahan penyakit. Berangkat dari hal tersebut, pembelajaran Biologi materi Virus dilaksanakan oleh Nasywa Dwi Yulianti, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta, dalam rangka kegiatan Praktik Kependidikan (PK) di SMA Negeri 2 Klaten.
Kegiatan dilaksanakan di kelas XA pada 7 Agustus 2026 dan XD pada 13 Agustus 2026, dengan melibatkan peserta didik sebagai sasaran kegiatan serta guru pamong sebagai pendamping dan pembimbing selama pelaksanaan Praktik Kependidikan. Pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan Lembar Kerja Murid (LKM) sebagai panduan dalam kegiatan pengamatan, analisis, dan diskusi. Peserta didik mempelajari karakteristik dan struktur virus, mekanisme reproduksi melalui siklus litik dan lisogenik, peranan virus dalam kehidupan, penyakit akibat virus, cara penularan, serta upaya pencegahannya.
Pada kegiatan analisis kasus, peserta didik dibagi menjadi enam kelompok dan diberikan permasalahan berbeda mengenai DBD, influenza, COVID-19, hepatitis B, pemanfaatan virus, serta virus dalam bidang pertanian. Setiap kelompok mengidentifikasi permasalahan, mencari informasi yang relevan, kemudian menghubungkan kasus dengan konsep virus yang telah dipelajari. Hasil analisis selanjutnya dipresentasikan di depan kelas dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antarkelompok. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh kesempatan untuk menghubungkan konsep biologi dengan permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran berlangsung secara aktif dan interaktif. Peserta didik menunjukkan antusiasme melalui kegiatan diskusi, pengajuan pertanyaan, penyampaian pendapat, dan keterlibatan dalam presentasi. Pada akhir pembelajaran, dilakukan refleksi dan evaluasi menggunakan Quizizz untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap materi Virus yang telah dipelajari.
“Melalui pembelajaran ini, peserta didik tidak hanya memahami konsep virus, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan permasalahan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan diskusi, analisis kasus, dan penggunaan LKM mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, mencari informasi, menyampaikan alasan, serta merumuskan solusi berdasarkan konsep biologi. Dengan demikian, pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus kesadaran peserta didik mengenai pentingnya pencegahan penyakit akibat virus,” ungkap Nasywa Dwi Yulianti.
Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran Biologi diharapkan dapat membangun kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menjaga kesehatan, memahami penularan penyakit, serta menerapkan upaya pencegahan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi mengenai virus sejak di lingkungan sekolah menjadi salah satu langkah untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dalam menyikapi permasalahan kesehatan secara lebih kritis dan bertanggung jawab.
Dari Struktur Virus hingga Pencegahan Penyakit, Pembelajaran Biologi di SMA Negeri 2 Klaten
Berita Lain
Post date: