BANTUL (9 September 2026) — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan "Sosialisasi dan Simulasi Kebakaran serta Edukasi Penghematan Air" di SMA Negeri 1 Sewon pada hari Rabu, 9 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 1.155 siswa kelas X, XI, XII dan diselenggarakan oleh 15 mahasiswa PK bekerja sama dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bantul serta pihak sekolah. Kegiatan tersebut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta poin 13: Penanganan Perubahan Iklim, mengingat fenomena El Nino yang menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih panjang dan ekstrem berdampak langsung pada menipisnya ketersediaan air bersih sekaligus meningkatkan risiko kebakaran di lingkungan sekitar.
Kegiatan bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar kepada siswa mengenai langkah-langkah penanganan kebakaran, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menghemat air bersih di tengah dampak El Nino yang memperpanjang durasi kemarau dari tahun ke tahun. Mahasiswa PK, Putri Yani dan Desy, berperan mengoordinasikan jalannya acara serta menjembatani kolaborasi dengan pihak Damkar. Kegiatan diawali dengan sosialisasi berupa penyampaian materi oleh petugas Damkar Bantul mengenai penyebab dan jenis-jenis kebakaran, fenomena El Nino serta kaitannya dengan kelangkaan air dan meningkatnya potensi kebakaran, serta pentingnya kebiasaan hemat air seperti menggunakan air secukupnya. Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan simulasi berupa praktik langsung cara penggunaan alat pemadam api tradisional dan modern yang dipandu petugas Damkar dan diikuti aktif oleh siswa secara bergiliran.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Siswa tidak hanya memahami teori melalui sosialisasi, termasuk pemahaman baru mengenai fenomena El Nino, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik langsung dalam simulasi pemadaman kebakaran sekaligus memahami pentingnya menjaga ketersediaan air bersih di tengah kondisi iklim yang semakin tidak menentu. Petugas Damkar Bantul menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. "Ketika terjadi kebakaran, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan jangan panik, serta segera melindungi kepala dari paparan asap dan api. Dalam simulasi tadi, api yang ada di dalam tong berhasil dipadamkan dengan baik oleh siswa. Perlu diketahui, pemadaman api pada dasarnya dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu metode tradisional menggunakan kain basah dan metode modern menggunakan selang air atau alat pemadam api ringan," ujarnya. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap keselamatan diri, pengelolaan air yang berkelanjutan, serta pentingnya aksi nyata dalam menghadapi dampak perubahan iklim seperti El Nino sebagai bagian dari implementasi SDGs poin 6 dan 13.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa PK UNY membuat poster edukasi bertema El Nino yang berisi informasi mengenai penyebab, dampak, serta langkah antisipasi yang dapat dilakukan masyarakat, kemudian mengunggahnya melalui akun Instagram resmi kegiatan sebagai media diseminasi informasi yang lebih luas kepada masyarakat. Pihak sekolah juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala bekerja sama dengan Damkar setempat agar pengetahuan mengenai mitigasi kebakaran, konservasi air, dan kepedulian terhadap dampak El Nino terus tertanam pada siswa. (Putri Yani)