Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan praktik mengajar mata pelajaran Kimia di SMA Negeri 1 Pengasih pada tanggal 28 Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan Angel Linda Agustina, mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), bersama siswa kelas XI B2. Melalui pembelajaran berbasis praktikum sederhana, mahasiswa mengajak siswa memahami konsep pereaksi pembatas melalui pengamatan langsung dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan praktikum bertujuan membantu siswa memahami konsep pereaksi pembatas melalui pengamatan langsung. Praktikum dilakukan secara berkelompok dengan menggunakan soda kue (NaHCO3) dan cuka dapur (CH3COOH) yang mudah ditemukan dan terjangkau. Siswa kelas XI B2 dibagi menjadi beberapa kelompok dengan variasi jumlah soda kue dan cuka yang berbeda. Sebelum praktikum dimulai, mahasiswa menjelaskan prosedur keselamatan dan langkah-langkah percobaan. Siswa kemudian memasukkan soda kue ke dalam balon, memasang balon pada erlenmeyer yang telah berisi cuka, lalu mencampurkan kedua bahan tersebut. Setelah kedua bahan bereaksi, siswa mengamati terbentuknya gelembung gas dan perubahan ukuran balon sebagai tanda terbentuknya gas karbon dioksida (CO2). Setiap kelompok mencatat hasil pengamatan dan menganalisis hubungan antara jumlah soda kue dan cuka yang digunakan dengan banyaknya gas yang terbentuk. Melalui hasil pengamatan tersebut, siswa diarahkan untuk memahami bahwa salah satu pereaksi dapat habis terlebih dahulu dan menjadi pereaksi pembatas yang menentukan jumlah produk yang dapat terbentuk.
“Melalui praktikum ini, siswa dapat melihat secara langsung bahwa jumlah pereaksi memengaruhi banyaknya produk yang dihasilkan. Dengan demikian, konsep pereaksi pembatas tidak hanya dipahami melalui rumus, tetapi juga melalui pengalaman percobaan,” ujar Angel, mahasiswa Pendidikan Kimia UNY.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDGs Pendidikan Bermutu melalui pembelajaran aktif yang melatih keterampilan mengamati, menganalisis, dan menarik kesimpulan. Selain itu, penggunaan bahan rumah tangga yang sederhana yang berkaitan dengan Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pemanfaatan soda kue dan cuka menunjukkan bahwa pembelajaran kimia dapat dilakukan secara kontekstual dan terjangkau.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pendidikan Kimia UNY diharapkan dapat mengembangkan kompetensi mengajar, sementara siswa SMA Negeri 1 Pengasih memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Praktikum sederhana menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa ilmu kimia tidak hanya dipelajari melalui teori, tetapi juga dapat ditemukan dalam aktivitas sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh penerapan pembelajaran kimia yang inovatif, aplikatif, dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. (angel)