Pendidikan berkualitas dapat diwujudkan melalui proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada murid untuk aktif memahami, mengembangkan kemampuan, dan mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman Novita Silviana Sufiyani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dalam pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) di SMP Negeri 2 Banguntapan. Dalam kegiatan tersebut, pembelajaran IPA dilaksanakan di kelas VIII dengan materi sistem gerak pada manusia. Materi ini memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari karena tulang, sendi, dan otot berperan dalam menunjang berbagai aktivitas manusia. Melalui materi tersebut, murid diajak memahami struktur dan fungsi tulang, jenis-jenis sendi, serta peran otot dalam menghasilkan gerakan tubuh.
Pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian konsep, tetapi juga mengarahkan murid untuk menghubungkan materi dengan pengalaman yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Murid diberikan kesempatan untuk mengamati, mengidentifikasi, berdiskusi, dan menyampaikan pemahamannya mengenai sistem gerak. Kegiatan tersebut membantu murid melihat bahwa konsep IPA tidak hanya dipelajari sebagai teori, tetapi memiliki keterkaitan langsung dengan tubuh dan aktivitas yang mereka lakukan. Selama proses pembelajaran, murid juga dilibatkan dalam kegiatan yang mendorong kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi. Interaksi antara murid dan guru menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang aktif. Dengan adanya kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pemahamannya mengenai sistem gerak. Kegiatan tersebut membantu murid melihat bahwa konsep IPA tidak hanya dipelajari sebagai teori, tetapi memiliki keterkaitan langsung dengan tubuh dan aktivitas yang mereka lakukan.
Pembelajaran yang aktif dan bermakna tersebut sejalan dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya pendidikan inklusif, merata, dan berkualitas serta kesempatan belajar bagi semua. Proses pembelajaran juga memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi. Praktik Kependidikan juga memberikan pengalaman berharga dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan. “Melalui kegiatan Praktik Kependidikan ini, saya mendapatkan pengalaman secara langsung dalam mengajar dan berinteraksi dengan murid. Saya juga belajar bagaimana menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi dan karakteristik murid agar kegiatan belajar dapat berlangsung dengan baik dan bermakna,” ujarnya.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses mempersiapkan diri sebagai calon pendidik. Melalui kegiatan mengajar, mahasiswa tidak hanya belajar menyampaikan materi, tetapi juga belajar menciptakan suasana pembelajaran yang membuat murid aktif dan memiliki kesempatan untuk berkembang. Pembelajaran sistem gerak pada manusia dalam Praktik Kependidikan di SMP Negeri 2 Banguntapan menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Pendidikan IPA UNY dalam menghadirkan pengalaman belajar yang aktif dan bermakna. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu murid mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan calon pendidik. (Novita)
Mahasiswa Pendidikan IPA UNY Kenalkan SDGs 4 melalui Pembelajaran Sistem Gerak pada Manusia di SMP Negeri 2 Banguntapan
Berita Lain
Post date:
Post date: