SMA Negeri 1 Pengasih menerapkan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) sebagai salah satu bentuk pembiasaan karakter bagi murid. Penerapan 5S dilakukan setiap pagi di area lobby sekolah melalui kegiatan penyambutan murid. Guru dan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) terlibat secara langsung dengan menyambut murid yang datang melalui senyum, salam, dan sapaan. Suasana pagi di lobby sekolah menjadi kesempatan untuk membangun interaksi yang positif sejak murid memasuki lingkungan sekolah. Pembiasaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang salah satunya berkaitan dengan pengembangan karakter dalam proses pendidikan.
Pelaksanaan budaya 5S tidak berhenti pada kegiatan menyambut murid, tetapi juga menjadi bentuk pembiasaan sikap dalam kehidupan sehari-hari. Guru dan mahasiswa PK memberikan contoh secara langsung melalui cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan murid. Murid kemudian diajak untuk membiasakan diri memberikan salam, menyapa, serta menunjukkan sikap sopan dan santun kepada orang lain. Pelaksanaan yang dilakukan secara rutin membuat nilai-nilai tersebut lebih dekat dengan keseharian murid di sekolah. Bagi mahasiswa PK, keterlibatan dalam kegiatan 5S menjadi pengalaman tersendiri dalam melihat bagaimana pendidikan karakter diterapkan melalui kebiasaan sederhana di luar kegiatan pembelajaran di kelas. “Menurut saya, 5S merupakan bentuk pembiasaan yang sederhana, tetapi memiliki peran dalam membangun karakter murid. Ketika senyum, salam, sapa, sopan, dan santun dilakukan secara konsisten, kebiasaan tersebut dapat membentuk cara murid berinteraksi dengan orang lain,” ujar Firdha Aqma, mahasiswa PK SMA Negeri 1 Pengasih.
Kebiasaan 5S turut menciptakan suasana interaksi yang lebih positif di lingkungan sekolah. Sambutan yang diberikan guru dan mahasiswa PK membuat murid mendapatkan pengalaman berinteraksi secara ramah sejak awal kedatangan mereka di sekolah. Pembiasaan tersebut juga membantu murid memahami bahwa sikap sopan dan santun merupakan bagian dari kehidupan di lingkungan pendidikan. Bagi sekolah, penerapan 5S dapat mendukung terciptanya suasana yang nyaman dan kondusif. Sementara itu, bagi mahasiswa PK, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman dalam mendukung pembentukan karakter murid melalui kegiatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal tersebut sejalan dengan SDGs tujuan ke-4 yang menempatkan pendidikan sebagai proses untuk mengembangkan pengetahuan sekaligus karakter dan keterampilan sosial.
Penerapan budaya 5S di SMA Negeri 1 Pengasih diharapkan dapat terus menjadi bagian dari kebiasaan seluruh warga sekolah, khususnya murid. Konsistensi dalam memberikan senyum, salam, dan sapaan serta menerapkan sikap sopan dan santun menjadi langkah penting dalam menjaga budaya positif yang telah dibangun. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan, nilai-nilai 5S tidak hanya menjadi kegiatan rutin di pagi hari, tetapi juga dapat tercermin dalam perilaku murid selama berada di sekolah maupun ketika berinteraksi di lingkungan masyarakat.
Penerapan Budaya 5S dalam Membangun Lingkungan Sekolah yang Berkarakter
Berita Lain
Post date: