Tias Ernawati, yang merupakan dosen di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) sekaligus Ketua Program Studi IPA di UST, berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta, pada 9 April 2026 di Ballroom gedung Magister dan Doktor FMIPA. Dalam sidang tersebut, Tias mempresentasikan penelitiannya yang berjudul "Pengembangan Model Pembelajaran IPA Problem Based Culturally Responsive Learning (PBCRL) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Literasi Budaya Mahasiswa" di hadapan dewan penguji. Dewan Penguji pada agenda tersebut yaitu Prof. Dr. Tien Aminatun, M.Si. (Ketua/Penguji), Prof. Dr. Insih Wilujeng, M.Pd. (Sekretaris/Penguji)., Prof. Woro Sumarni, M.Si. (Penguji I), Prof. Dr. Eli Rohaeti, M.Si. (Penguji 2), Prof. Dr. Dadan Rosana, M.Si. (Promotor/Penguji), dan Prof. Dr. Sri Atun, M.Si. (Kopromotor/Penguji).
Penelitian ini berfokus pada pengembangan model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan pendekatan berbasis masalah dengan pembelajaran yang responsif terhadap budaya. Model ini dirancang sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di perguruan tinggi, khususnya dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis serta literasi budaya mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Tias menekankan pentingnya mengaitkan pembelajaran sains dengan konteks budaya yang dekat dengan kehidupan mahasiswa. Menurutnya, pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada konsep ilmiah, tetapi juga mempertimbangkan latar belakang budaya, akan membuat proses belajar menjadi lebih bermakna dan relevan.
Ia juga menjelaskan bahwa model Problem Based Culturally Responsive Learning (PBCRL) menggabungkan pembelajaran berbasis masalah dengan prinsip culturally responsive learning, sehingga mahasiswa didorong untuk menganalisis permasalahan nyata yang berkaitan dengan budaya di sekitarnya. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya dilatih untuk memecahkan masalah secara ilmiah, tetapi juga mampu memahami dan menghargai nilai-nilai budaya.
Lebih lanjut, Tias mengungkapkan bahwa penerapan model PBCRL dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis melalui proses analisis, evaluasi, dan refleksi terhadap permasalahan yang dihadapi. Selain itu, model ini juga berkontribusi dalam meningkatkan literasi budaya, yaitu kemampuan mahasiswa dalam memahami, menginterpretasi, dan mengaitkan fenomena budaya dengan konsep ilmiah.
Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pembelajaran IPA yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga memperhatikan dimensi sosial dan budaya, sehingga menghasilkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. (fia/witono)
Dosen UST Tias Ernawati Kembangkan Model PBCRL yang Mengintegrasikan Budaya dan Sains untuk Mahasiswa
Berita Lain
Post date:
Post date:
Post date: