Sleman, 26 Agustus 2026 – Upaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna diwujudkan oleh mahasiswa magang Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, praktik mengajar inovatif ini dieksekusi langsung di ruang kelas SMKS Insan Cendekia yang berlokasi di Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah terjun ke lapangan ini bukan sekadar pemenuhan jam praktik mahasiswa, melainkan bentuk aksi nyata institusi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-4, yakni Pendidikan Berkualitas.
Suasana pembelajaran matematika yang sering kali diangap rumit dan menakutkan seketika berubah drastis saat 18 Murid kelas X MPLB diajak memahami materi bentuk akar menggunakan sintaks TGT. Alih-alih hanya duduk dan mencatat rumus dari papan tulis, para Murid dibagi ke dalam beberapa kelompok heterogen untuk mendiskusikan konsep penyederhanaan serta operasi bentuk akar. Pemahaman murid kemudian diuji lewat kompetisi akademik antar kelompok, di mana setiap perwakilan kelompok menjawab soal-soal tantangan matematika demi mengumpulkan poin tim. Proses yang dipantau langsung oleh guru pamong ini terbukti ampuh mendongkrak antusiasme belajar. Pola evaluasi matematika yang dikemas layaknya permainan interaktif membuat murid yang sebelumnya pasif menjadi lebih berani berpendapat dan aktif memecahkan soal bersama kelompoknya. “Awalnya saya kira materi bentuk akar bakal membosankan dan susah, ternyata seru banget karena kita dituntut kerja sama bareng teman satu tim buat ngumpulin poin. Soal-soal matematikanya jadi lebih cepat paham” cerita Nadya, salah satu murid kelas X MPLB yang mengikuti sesi tersebut.
Praktik baik di SMKS Insan Cendekia ini menjadi cerminan bahwa inovasi pedagogis di level ruang kelas mampu membawa dampak nyata bagi semangat belajar murid. Melalui model pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif, pemahaman murid terhadap materi meningkat secara signifikan serta tercipta suasana belajar yang inklusif dan tidak menegangkan. Kehadiran mahasiswa magang juga memberikan warna baru dan motivasi tambahan bagi civitas akademika sekolah mitra.
Ke depannya, skema penerjunan mahasiswa ke sekolah-sekolah melalui program magang akan terus diperkuat dan dievaluasi. UNY berkomitmen menjadikan kolaborasi dengan sekolah mitra sebagai motor penggerak utama dalam mewujudkan pemerataan pendidikan yang inklusif dan berkualitas, sekaligus memastikan indikator capaian SDGs di tingkat lokal benar-benar terealisasi secara berkesinambungan.(Rafika Mutiara)
Trik Mahasiswa UNY Bangkitkan Semangat Belajar Murid SMK
Berita Lain
Post date:
Post date: