Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pembelajaran Kimia Hijau (Green Chemistry) kepada peserta didik kelas X di MAN 2 Sleman. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada 27 Juli 2026 sebagai bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan dengan materi “Peran Kimia Hijau dalam Berbagai Bidang dan Isu Pemanasan Global.” Kegiatan ini menyasar peserta didik kelas X dengan tujuan mengembangkan pemahaman mengenai peran ilmu kimia dalam kehidupan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan lingkungan. Pembelajaran Kimia Hijau memiliki keterkaitan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), melalui pengenalan konsep dan penerapan Kimia Hijau dalam menciptakan proses maupun penggunaan bahan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
Pembelajaran diawali dengan mengulas kembali 12 prinsip Kimia Hijau yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai penerapan Kimia Hijau dalam berbagai bidang, seperti pertanian, industri, kesehatan, energi, rumah tangga, dan nanoteknologi. Peserta didik diajak untuk memahami isu pemanasan global melalui tayangan video dan diskusi mengenai berbagai dampak perubahan lingkungan. Selanjutnya, peserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil untuk melakukan penyelidikan mengenai peranan Kimia Hijau pada bidang yang telah ditentukan. Setiap kelompok mengkaji permasalahan berdasarkan bahan bacaan, peserta didik menuangkan hasil penyelidikan ke dalam LKPD, kemudian mempresentasikan hasil pemecahan masalah di depan kelas. Kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan dan umpan balik terhadap hasil presentasi.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman dalam menghubungkan konsep Kimia Hijau dengan berbagai permasalahan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Proses penyelidikan dan diskusi membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis permasalahan, bekerja sama dalam menemukan solusi, serta mengomunikasikan hasil pemikirannya. Peserta didik juga memahami bahwa Kimia Hijau memiliki peran dalam mengurangi dampak negatif dari penggunaan bahan, energi, maupun proses produksi terhadap lingkungan. Kegiatan ini mendukung SDG 12 dengan menanamkan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan sumber daya secara bijak serta mendorong munculnya solusi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan tujuan pembelajaran untuk menganalisis peran Kimia Hijau di berbagai bidang dan mengaitkannya dengan upaya mitigasi pemanasan global.
Pemahaman Kimia Hijau diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi di dalam kelas, tetapi dapat mendorong peserta didik untuk menerapkan sikap kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui refleksi pada akhir pembelajara, peserta didik diarahkan untuk memikirkan aksi nyata yang dapat dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga lingkungan, seperti mengurangi penggunaan produk sekali pakai, menggunakan air dan energi secara bijak, serta mempertimbangkan dampak lingkungan dari produk yang digunakan. Dengan demikian, pembelajaran Kimia Hijau dapat menjadi salah stau upaya untuk membentuk peserta didik yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan kesadaran dalam menerapkan pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab serta turut berkontribusi terhadap pencapaian SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). (Naila)
Menanamkan Kepedulian Lingkungan melalui Kimia Hijau di MAN 2 Sleman
Berita Lain
Post date: