Sleman – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) KSI MIST FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Edukasi Standardisasi Produk Olahan Ikan serta Higienitas dan Sanitasi Produksi pada Sabtu (1/8/2026) di Balai Kalurahan Sidoagung. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pendampingan PPKO kepada pelaku UMKM olahan ikan sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, guna meningkatkan kualitas produk olahan ikan agar memenuhi aspek keamanan pangan, legalitas usaha, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Sidoagung Edy Utomo, Waris selaku Kepala Tata Laksana Kalurahan Sidoagung, Dr. Hamdhan Djainudin, M.Pd. selaku perwakilan Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Yogyakarta, serta dua narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, yaitu Chrisna Wardhani, S.Farm., Apt. selaku Penelaah Teknis Kebijakan dan Rr. Niken Prabaningrum, S.K.M.. Sosialisasi juga diikuti oleh para pelaku UMKM olahan ikan yang tergabung dalam program pendampingan PPKO KSI MIST FMIPA UNY.
Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan dan sambutan dari Dr. Hamdhan Djainudin, M.Pd. yang mewakili Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi pelaksanaan PPKO KSI MIST FMIPA UNY yang secara konsisten menghadirkan program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Beliau juga berharap rangkaian kegiatan PPKO mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan UMKM di Kalurahan Sidoagung.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Materi pertama disampaikan oleh Rr. Niken Prabaningrum, S.K.M. dengan topik Standardisasi Produk Olahan Ikan. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa keamanan pangan merupakan hak setiap konsumen sehingga setiap produk pangan yang beredar wajib memenuhi persyaratan mutu, aman dikonsumsi, serta memiliki legalitas yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Narasumber juga menjelaskan berbagai regulasi yang menjadi dasar penyelenggaraan keamanan pangan, termasuk pentingnya perizinan sebagai bentuk jaminan mutu dan perlindungan konsumen.
Lebih lanjut, peserta memperoleh penjelasan mengenai jenis-jenis perizinan usaha pangan, mulai dari Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), hingga izin edar BPOM yang disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat risiko produk. Narasumber juga menguraikan tahapan pengurusan SPP-IRT melalui sistem OSS-RBA, mulai dari persiapan dokumen, pengisian data usaha, verifikasi pemenuhan komitmen, hingga penerbitan sertifikat secara elektronik.
Materi kedua disampaikan oleh Chrisna Wardhani, S.Farm., Apt. mengenai Higienitas dan Sanitasi Produksi. Pada sesi ini dijelaskan bahwa penerapan higiene dan sanitasi harus dilakukan secara menyeluruh pada setiap tahapan produksi pangan, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan bahan pangan, pengolahan, penyimpanan makanan matang, pengangkutan, hingga penyajian kepada konsumen. Seluruh proses tersebut memiliki peran penting dalam menjamin keamanan pangan yang dihasilkan.
Narasumber menjelaskan bahwa pemilihan bahan baku harus memperhatikan mutu, kondisi fisik, label, izin edar, serta masa kedaluwarsa. Selain itu, penyimpanan bahan pangan perlu menerapkan prinsip First In First Out (FIFO) dan First Expired First Out (FEFO) agar kualitas bahan tetap terjaga dan meminimalkan risiko kerusakan. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai teknik pengolahan yang higienis, penggunaan alat pelindung diri (APD), suhu pemasakan yang sesuai untuk membunuh mikroorganisme patogen, serta pentingnya menjaga kebersihan selama proses penyimpanan, pengangkutan, dan penyajian produk guna mencegah terjadinya kontaminasi silang.
Setelah penyampaian kedua materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai proses pengurusan legalitas usaha, persyaratan keamanan pangan, serta penerapan higiene dan sanitasi pada usaha olahan ikan yang mereka jalankan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya semangat untuk terus meningkatkan kualitas produk agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi narasumber dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat, kegiatan diakhiri dengan penyerahan plakat kepada narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Universitas Negeri Yogyakarta, Pemerintah Kalurahan Sidoagung, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung pengembangan desa sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat melalui transfer ilmu pengetahuan dan pendampingan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Tim PPKO KSI MIST FMIPA UNY berharap para pelaku UMKM olahan ikan di Kalurahan Sidoagung semakin memahami pentingnya standardisasi produk, legalitas usaha, serta penerapan higiene dan sanitasi dalam setiap proses produksi. Dengan demikian, produk olahan ikan yang dihasilkan tidak hanya memiliki cita rasa yang baik, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan, memperoleh kepercayaan konsumen, serta mampu meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun nasional.
PPKO KSI MIST FMIPA UNY Bersama Dinas Kesehatan Sleman Perkuat Standardisasi Produk dan Higienitas UMKM Olahan Ikan
Berita Lain
Post date:
Post date:
Post date: