YOGYAKARTA — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terafiliasi Advanced Waste Valorization for Sustainable Nanomaterial Applications (AWaVaSNA) berhasil menciptakan inovasi pemanfaatan limbah rumah tangga melalui penerapan nanoteknologi. Program yang mengusung judul ‘Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Kelurahan Warungboto dalam Penerapan Suplemen Tanaman dari Sampah Organik Rumah Tangga Berbasis Nanomaterial Karbon untuk Mewujudkan Zero Waste Community dan Sustainable Development Goals’ dipimpin langsung oleh Wipsar Sunu Brams Dwandaru, Ph.D., bersama tim dosen (Denny Darmawan, M.Sc., Roma Widyansari, M.Sc., dan Fathi Ibrahim) besarta pembantu lapangan mahasiswa (Luthfi Erzzat Ibrahim, S.Si dan Husein Putra Prihanto, S.Si). Kegiatan pemberdayaan ini dirancang khusus untuk mengatasi persoalan penumpukan sampah organik dapur di wilayah perkotaan sekaligus mendukung ketercapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam menciptakan kota dan pemukiman yang berkelanjutan.
Masalah penumpukan sampah organik skala rumah tangga yang kerap memicu polusi, bau tidak sedap, dan masalah kesehatan lingkungan menjadi pendorong utama dimulainya program ini. Melalui riset unggulan nanoteknologi, tim UNY mentransformasi limbah organik dapur seperti sisa sayuran, kulit buah, dan sisa makanan menjadi produk berdaya guna tinggi bernama suplemen cair C-Plantum. Suplemen ini memanfaatkan nanomaterial karbon (carbon nanomaterial - CNM) yang diproses melalui tahapan penjemuran, pengovenan, penggerusan, hingga penyaringan larutan. Metode sintesis CNM menawarkan keunggulan berupa proses produksi yang jauh lebih cepat, ramah lingkungan, serta sangat aman diaplikasikan oleh masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pendampingan intensif dilakukan terhadap kelompok Dasawisma Ibu-Ibu PKK RT 031/RW 003 Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta. Warga tidak hanya dibekali edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah mandiri sejak dari dapur, tetapi juga dilatih untuk melakukan uji coba pemberian suplemen C-Plantum pada media tanaman cabai dalam pot. Selama periode pemantauan berkala selama enam minggu, para kader PKK secara rutin mencatat perkembangan parameter fisiologis tanaman pada lembar booklet pemantauan. Ke depan, tim PkM RG Nanomaterial dan Kebumian FMIPA UNY berencana menginisiasi komersialisasi produk secara terbatas dan memperluas skala pengolahan sampah. Langkah ini diharapkan mampu membentuk sistem ekonomi sirkular yang mandiri di Kelurahan Warungboto, di mana pengelolaan sampah tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga mendatangkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi warga setempat. (Brams)
Sulap Sampah Dapur jadi Nanomaterial: Tim Research Group Nanomaterial dan Kebumian UNY Berdayakan Ibu-Ibu PKK Warungboto Wujudkan Zero Waste Community
Berita Lain
Post date:
Post date:
Post date:
Post date: