Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pendidikan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan “Penguatan Literasi Sains dan Identitas Budaya-Religius melalui Workshop Fun Science Kolaboratif Orang Tua Anak” yang dilaksanakan pada 6 September 2026 pukul 10.00–16.00 JST di Ippan Shadan Houjin MINA (Yayasan MINA), Nagoya, Jepang.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dr. Ali Mahmudi, Dr. Sabar Nurohman, dan Dr. Rizki Arumning Tyas dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNY sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar sains yang menyenangkan, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia di lingkungan diaspora. Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Yayasan MINA dengan melibatkan sebanyak 83 anak dan orang tua sebagai peserta utama.
Workshop dirancang untuk memperkuat literasi sains sekaligus identitas budaya-religius melalui aktivitas fun science yang memungkinkan anak belajar bersama orang tua. Salah satu aktivitas utama yang dilakukan adalah ecoprint, yaitu pemanfaatan bagian tumbuhan, khususnya daun, untuk menghasilkan pola dan warna pada kain. Melalui aktivitas tersebut, peserta tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan sebuah karya, tetapi juga diajak memahami berbagai fenomena sains yang terjadi selama proses berlangsung.
Proses pembelajaran diawali dengan kegiatan mengamati beragam bentuk dan karakteristik daun, kemudian peserta membuat prediksi mengenai hasil yang akan diperoleh. Anak dan orang tua selanjutnya melakukan eksplorasi melalui pemilihan dan penyusunan daun, proses pemukulan menggunakan palu kayu, hingga membuka kain untuk mengamati pola yang terbentuk. Rangkaian aktivitas tersebut menjadi wahana untuk melatih keterampilan ilmiah melalui observasi, prediksi, eksplorasi, interpretasi, dan komunikasi hasil.
Konsep sains kemudian diperkenalkan melalui fenomena yang dijumpai peserta secara langsung. Perbedaan bentuk, tekstur, ketebalan, dan karakteristik daun dapat menghasilkan pola yang berbeda pada kain. Peserta juga diperkenalkan pada keberadaan pigmen alami tumbuhan, seperti klorofil, karotenoid, dan antosianin, serta keterkaitannya dengan warna yang dihasilkan. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan kreatif menjadi pintu masuk untuk membangun pemahaman sains melalui pengalaman yang konkret dan menyenangkan.
Selain penguatan literasi sains, kegiatan juga diarahkan untuk membangun kedekatan anak dengan alam, budaya, dan identitas Indonesia. Pemanfaatan bahan-bahan alam dalam aktivitas ecoprint memperkenalkan kekayaan lingkungan sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran sains dapat berlangsung melalui berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari. Kehadiran orang tua dalam proses tersebut juga memberikan ruang bagi keluarga untuk menjadi bagian dari pengalaman belajar anak, sekaligus memperkuat interaksi dan pewarisan nilai budaya dalam lingkungan diaspora.
Ketua Ippan Shadan Houjin MINA, Rakhma Kumala Dewi, menyambut baik kegiatan kolaboratif tersebut. Ia berharap kerja sama antara UNY dan MINA dapat terus berlanjut dan dikembangkan pada berbagai bidang lain yang memberikan manfaat bagi komunitas Indonesia di Nagoya. Kolaborasi ke depan, menurutnya, dapat diarahkan pada berbagai program yang mendukung kebutuhan masyarakat diaspora, termasuk persiapan sebelum kembali ke Indonesia, sehingga program yang dikembangkan bersama tidak hanya berlangsung sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan di lingkungan MINA.
Harapan tersebut menjadi peluang untuk memperluas sinergi UNY dan MINA dalam menghadirkan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia di luar negeri. Tidak hanya dalam aspek akademik, kolaborasi juga dapat dikembangkan untuk mendukung penguatan karakter, budaya, dan kesiapan anak-anak diaspora agar tetap memiliki keterhubungan dengan Indonesia.
Melalui kegiatan ini, UNY menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, partisipatif, kreatif, dan berakar pada lingkungan serta budaya. Fun Science tidak hanya menjadi sarana untuk mengenalkan konsep-konsep sains, tetapi juga menjadi ruang bagi orang tua dan anak untuk belajar bersama, mengenali kekayaan alam dan budaya Indonesia, serta memperkuat identitas mereka sebagai bagian dari masyarakat Indonesia di tengah kehidupan diaspora. Ke depan, kolaborasi UNY dan MINA diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program yang saling menguatkan dan memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak, baik bagi pengembangan pendidikan maupun bagi penguatan komunitas Indonesia di Nagoya.
Perkuat Literasi Sains dan Identitas Budaya-Religius Diaspora, UNY Gelar Workshop Fun Science Kolaboratif Orang Tua dan Anak di Nagoya
Berita Lain
Post date: